“Anak Muda…,”

akhir zaman

[AkhirZaman.org] Pada hari minggu yang  dingin tahun 1873, seorang wanita yang elegan bersama kawannya yang bertubuh gemuk berjalan menyeberangi Clark Street Bridge di Chicago.  Administrator kampus Emma Dryer dan penginjil D. L. Moody sedang mendiskusikan tentang sebuah sekolah kristen untuk Chicago. Dryer bersikeras agar sekolah seperti itu bersifat koedukasional, tetapi Moody tidak setuju.

Nona Dryer memutuskan untuk mengumpulkan dana sendiri, dan pada tahun 1882 institutnya dibuka dengan 50 siswa. Moody mengawasi dari kejauhan, terkesan dan sepakat untuk memberi dukungan jiwa warga kota Chicago bersedia mengumpulkan $250.000. akan saya katakan apa yang ada dalam hati saya. Saya ingin melihat $ 250.000 terkumpul dengan segera; $ 250.000 bagi Chicago bukan apa – apa. Ambil $ 50.000 dan dirikan sebuah bangunan yang akan menampung 75 atau 100 orang, dimana mereka bisa makan dan tidur. Ambil $200.000 dan investasikan dengan bunga 5 persen, dan itu akan menghasilkan $ 10.000 pertahun untuk menjalankan pekerjaan ini. Lalu cari orang – orang yang berbakat dan latihlah mereka untuk melakukan pekerjaan menjangkau orang – orang ini.

Kaum pria, akhirnya ia setuju, dan wanita. Hal ini terjadi, dan emma Dryer, yang menyimpan visi itu sebelum Moody selama bertahun – tahun dan menyumbangkan keahlian edukasional dan organisasional pada awal mula sekolah itu, minta berhenti untuk memberi tempat bagi pemimpin yang baru. Tanah dan bangunan di beli, dan pada tanggal 16 Januari 1890, Moody Bible Institute pun berdiri.

Dua tahun kemudian, William Evans menjadi lulusan MBI yang pertama. Evans, seorang wartawan New York, pertama kali mendengar tgentang Moody di New York City. Berkhotbah dari lukas 5, Moody menantang orang – orang muda untuk memberi diri bagi pelayanan kristiani. Tiba – tiba penginjil itu menatap Evans. “ Anak muda, yang saya maksud adalah kamu .“

Setelah itu Moody Evans dan berkata, “ Anak Muda, entah bagaimana Allah mengatakan kepada saya bahwa yang Ia maksud adalah kamu. Pernahkah kamu dipanggil untuk memberikan hidupmu bagi pelayanan Yesus Kristus ?” Ketika Evans menyinggung tentang gajinya yang besar, Moody menjawab, “ kemasi kopermu dan datanglah kesekolah saya di Chicago. Jangan khawatir tentang uang.”

Evans pergi. Dan ia menjadi satu diantara ribuan orang yang, selama lebih dari setahun, merambah dunia bagi Kristus dari Moody Bible Institute of Chicago.

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dedngar dari padaku didepan banyak saksi, percayakanlah ini kepada orang – orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain ( 2 Timotius 2  1 – 2 ).

Robert J. Morgan,

365 Kisah Dan Inspirasi Yang Menakjubkan Tentang Orang-Orang Kudus, Martir, Dan Pahlawan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *