SIAPA YANG MENJADI SEMBAHAN ANDA? MENGAPA?

Image 1

 

[AkhirZaman.org] Kewajiban menyembah Tuhan YHWH didasarkan atas fakta bahwa Ia adalah Khalik, Pencipta, dan bahwa semua mahluk yang lain diciptakan oleh-Nya. Di mana saja di dalam Alkitab tuntutan untuk menghormati dan menyembah Dia di atas ilah-ilah bangsa-bangsa kafir dinyatakan, di sana dikutip bukti kuasa penciptaan-Nya.

“Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.” Mazmur 96:5

“Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.” Yesaya 40:25,26
 
Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, –Dialah Allah–yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, –dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami–:”Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain.” Yesaya 45:18
 
Kata Pemazmur:
“Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.” Mazmur 100:3; 95:6
 
Mahluk-mahluk suci yang menyembah Tuhan di surga menyatakan alasan penghormatan ke pada-Nya, “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”  Wahyu 4:11
 
Dalam Wahyu 14 manusia disuruh menyembah Khalik; dan nubuatan ini menunjukkan suatu golongan orang yang memelihara Perintah-perintah Allah (ay 12) sebagai akibat menerima pekabaran rangkap tiga  (Wahyu 14:6 -12). Salah satu perintah itu menunjukkan lansung kepada Allah sebagai Pencipta atau Khalik. 14:7 –  dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”
 
Perintah keempat dari Dekalog menyatakan:  “Tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;……… Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” Keluaran 20:10,11
 
Tentang hari Sabat lebih jauh Tuhan berkata: “kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.Yehezkiel 20:20. Alasan yang diberikan adalah, “……sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” Keluaran 31:17.
 
“Pentingnya hari Sabat sebagai peringatan penciptaan adalah bahwa itu terus mengingatkan alasan yang benar mengapa Allah patut disembah. Sebab Dia adalah Khalik, Pencipta, dan kita adalah makhluk-makhluk-Nya. “Oleh sebab itu, hari Sabat menjadi dasar dari penyembahan Ilahi: karena pemeliharaan hari Sabat mengajarkan kebenaran agung ini – ciptaan dan Penciptanya – dalam cara yang paling berkesan, dan tidak ada lembaga atau institusi lain yang melakukan ini. Dasar yang benar penyembahan Ilahi bukan hanya hari Sabat hari ketujuh saja, tetapi dalam semua penyembahan yang ditemukan ada dalam perbedaan yang jelas antara Pencipta dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.Fakta besar ini tidak pernah usang, ketinggalan zaman, dan tidak boleh dilupakan.” Andrews, J.N.

Adalah untuk menjaga agar kebenaran ini tetap berada dalam pikiran manusia sehingga Allah menetapkan hari Sabat di taman Eden; dan selama fakta bahwa Ia adalah Pencipta kita yang menjadi alasan mengapa kita menyembah Dia, selama itu pula hari Sabat akan menjadi tanda dan peringatan-Nya. Sekiranya hari Sabat itu dipelihara secara universal, pikiran dan cinta kasih manusia akan dituntun kepada Khalik sebagi tujuan penghormatan dan penyembahan, maka tidak akan ada penyembah berhala, ateis atau orang kafir. PEMELIHARAAN HARI SABAT ADALAH TANDA KESETIAAN KEPADA ALLAH YANG BENAR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *