[RH] Pelajaran Bethlehem

penebus

Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. Ibrani 9:28.

[AkhirZaman.org] Pada waktu kedatangan pertama Kristus, para imam dan ahli Taurat Kota Suci, yang kepada mereka dipercayakan ramalan-ramalan Allah, seharusnya telah memahami tanda-tanda zaman dan mestinya juga telah mengabarkan kedatangan Sang Terjanji itu. Nubuatan Mikha menandai tempat kelahiran-Nya; Daniel merinci waktu kedatangan-Nya. Allah menjanjikan nubuatan-nubuatan ini kepada para pemimpin Yahudi; maka mereka tidak akan diampuni jika tidak tahu dan memberitahukan kepada orang-orang bahwa kedatangan Mesias itu sudah dekat. Ketidaktahuan mereka adalah hasil dari pada kelalaian yang penuh dosa .…

Semua orang mestinya berjaga-jaga dan mengharapkan bahwa mereka boleh terdapat di antara orang-orang yang pertama menyambut Sang Penebus dunia itu. Tetapi, lihatlah, di Bethlehem dua orang pelancong yang letih dari perbukitan Nazareth melintas di sepanjang jalan sempit menuju belahan paling timur kota tersebut, dengan susah-payah mencari sebuah tempat  beristirahat dan berlindung untuk malam itu. Tak ada pintu yang terbuka untuk menerima mereka. Di dalam sebuah gubuk malang yang disediakan untuk ternak, mereka akhirnya menemukan tempat perlindungan, dan di sanalah Sang Juruselamat dunia ini dilahirkan …..

Tidak ada bukti bahwa Kristus dinantikan, dan tidak ada persiapan untuk Pangeran Kehidupan itu. Dalam keheranannya utusan samawi itu baru saja akan kembali ke surga dengan kabar yang memalukan, tatkala dia menemukan sekelompok gembala yang sedang menjaga kawanan domba mereka sepanjang malam itu dan ketika mereka menatap ke langit yang bertabur bintang, sedang merenungkan nubuatan tentang Mesias yang datang ke bumi dan menantikan kedatangan Penebus dunia itu. Inilah sebuah kumpulan orang yang dipersiapkan untuk menerima pesan surgawi itu. Dan tiba-tiba malaikat Tuhan itu muncul, dan menyatakan khabar baik akan sukacita yang besar……

Oh, alangkah seriusnya cerita indah dari Bethlehem ini! Betapa ia menghardik ketidakpercayaan kita, kesombongan dan rasa kecukupan-diri kita. Betapa ia mengamarkan kita untuk berhati-hati, supaya jangan oleh karena ketidakpedulian yang jahat dari kita, kita juga gagal untuk memahami tanda-tanda zaman, dan oleh sebab itu tidak mengetahui hari kunjungan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *