MAJU TERUS

maju terus

Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara. Ulangan 2:3

[AkhirZaman.org] “Maju terus” adalah firman Tuhan kepada Israel ketika mereka berdiri menghadapi laut Merah dan pasukan Firaun mengejar mereka dari belakang. Mereka menurut, dan ketika Musa memukul air dengan tongkatnya, ternyata, air itu terbelah menjadi sebagai tembok di sebelah menyebelah, memberikan jalan bagi orang banyak itu melewatinya dengan selamat. Dengan iman dan pengharapan marilah kita maju dalam sabda yang diberikan Tuhan pada kita, memberi kepastian¬† bahwa Ia akan menyertai kita sebagai Penolong dan Pelindung kita.

Majulah terus bukan dengan kepuasan diri dan ketinggian diri, namun penuh dengan iman dan pengharapan serta dengan keberanian. Malaikat-malaikat Allah mengawal umat-Nya yang setia. Jikalau mereka memelihara jalan Tuhan, maka mereka akan menerima segala pertolongan yang diperlukan. Sebagian besar pekerjaan Tuhan itu, pada mulanya kecil, dipandang rendah oleh mereka yang rindu melihat pekerjaan itu dilaksanakan dari pertama dengan kekuatan dan kebesaran. Tetapi Tuhan harus menguji para pekerja-Nya, banyak yang tidak mampu menghasilkan kemajuan, yaitu  bila kemajuan itu adalah karena mereka, maka mereka akan meninggikan diri sendiri.

Biarlah Allah dipuji dan dibesarkan. Biarlah manusia berjalan dengan kerendahan hati di hadapan-Nya, memuliakan-Nya, bukan diri mereka sendiri. Mereka yang bekerja paling berhasil bagi Allah adalah mereka yang banyak berdoa, yang menaruh seluruh ketergantungan mereka pada-Nya.

Dalam banyak hal kekurangan dana terasa sesuai dengan rencana Allah, supaya pekerjaan-Nya dapat dimajukan dengan cara yang sama sehingga kebesaran sorga membuatnya maju terus. Penghematan, penyangkalan diri dan pengorbanan diri senantiasa harus ditunjukkan. Sampai masa kesudahan gereja harus bergumul dengan kesulitan-kesulitan, supaya pekerjaan Allah dapat berdiri secara murni dan bersih, tidak ternoda dengan kecurangan atau tipu daya. Setiap lembaga akan dibersihkan Allah dengan mengusir orang-orang yang berjual beli.

Percayalah kepada Allah dan berjalanlah dengan nasihat-Nya. Mungkin engkau dibiarkan bergumul dengan kesukaran, lalu kemudian Tuhan menunjukkan kuasa dan hikmat-Nya dalam menjawab doa yang rendah hati. Yakinlah pada-Nya sebagai Allah yang mendengarkan doa, dan menjawab doa…. Ia akan menunjukkan diri-Nya sendiri kepadamu sebagai Allah yang dapat menolong dalam setiap keadaan darurat….

Pekerjaan Firman itu tidak semata-mata bergantung atas mereka yang memberitakan Firman itu, tetapi atas semua yang membaca dan mendengar Firman itu. Hati umat Allah harus dipenuhi dengan kasih Kristus sehingga kata-kata ucapan syukur dan pujian mereka akan menghangatkan hati orang lain yang membutuhkan pertolongan. Ini adalah pelayanan yang yang semua orang dapat laksanakan, dan Tuhan menerimanya sebagai persembahan kepada-Nya sendiri. Ia menjadikan pekerjaan itu berhasil, dengan mengaruniakan kepada pekerja yang bersungguh-sungguh kasih karunia yang memeperdamaikan manusia kepadaAllah.-Manuscript 158, 14 Desember 1902, “Fragment.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *