[RH] Penulis yang Sederhana

junobeach Copy

“Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran” (1 Yohanes 2:21).

[AkhirZaman.org] Sekarang saya harus meninggalkan pokok pembicaraan ini yang disajikan dengan begitu tidak sempurna sehingga saya merasa engkau akan salah menafsirkannya sehingga saya merasa begitu gelisah untuk menjelaskannya.

Oh, kiranya Allah akan menguatkan pengertian, karena saya hanyalah seorang penulis yang sederhana, dan dengan pena atau suara tidak dapat mengungkapkan rahasia-rahasia Allah yang besar. Oh, berdoalah untuk dirimu sendiri, berdoalah untuk saya.—Letter 67, 1894.

Engkau telah melihat para penyalin saya. Mereka tidak mengubah bahasa saya. Itu tetap sebagaimana saya menulisnya. . . . Pekerjaan saya telah mulai sejak tahun 1845. Sejak itu saya bekerja dengan pena dan suara. Terang tambahan datang kepada saya ketika saya sudah menyampaikan terang yang diberikan kepada saya. Saya telah memiliki lebih banyak terang mengenai Kitab Suci, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang akan saya sajikan kepada umat kita.——Letter 61a, 1900.

Saya masih aktif sebagaimana adanya. Saya masih belum pikun. Saya masih sanggup melakukan banyak pekerjaan, menulis dan berbicara sama seperti yang saya lakukan bertahun-tahun lalu. Saya membaca semua yang telah disalin, untuk melihat bahwa segala sesuatu sebagaimana seharusnya. Saya membaca semua naskah buku sebelum itu dikirim ke percetakan. Jadi engkau dapat melihat bahwa waktu saya harus digunakan dengan sepenuhnya. Di samping menuiis, saya diundang untuk berbicara ke berbagai gereja dan menghadiri pertemuan-pertemuan penting. Saya tidak dapat melakukan pekerjaan ini kecuali Tuhan menolong saya.—Letter 133, 1902.

Nona Marian Davis seorang asisten yang setia.—Marian sudah menyenal saya selama dua puluh lima tahun. Ia adalah pekerja kepala dalam mengatur bahan untuk buku-buku. la selalu menghargai tulisan-tulisan itu sebagai barang suci yang ditempatkan di tangannya, dan sering menyampaikan kepada saya betapa besar kenyamanan dan berkat yang diterimanya dalam melaksanakan pekerjaan ini, sehingga telah menjadi kesehatan dan kehidupan baginya oleh melakukan pekerjaan ini. Ia senantiasa menangani bahan-bahan yang ditaruh di tangannya sebagai barang suci. Saya sangat kehilangan dia. Siapakah yang akan mengisi tempatnya’?—Manuscript 146, 1904.

(3SM 90, 91)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *