[RH] Sabar Menanggung Segala Sesuatu

orange-tulip-on-color-blurred Copy

“Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal” (2 Timotius 2:10).

[AkhirZaman.org] Sekarang kepada saya diberikan petunjuk bahwa saya tidak akan dihalangi sehubungan dengan pekerjaan saya oleh orang-orang yang melibatkan diri pada dugaan-dugaan, yang pemikirannya sedang berjuang dengan begitu banyak masalah pelik yang berhubungan dengan apa yang dianggap pekerjaan seorang nabi. Tugas saya mencakup pekerjaan seorang nabi, tetapi hal itu tidak berakhir di sana. ltu mencakup lebih banyak daripada yang dapat dipahami oleh orang-orang yang telah menaburkan benih-benih ketidakpercayaan itu.—Letter 244, 1906. (Ditujukan kepada para ketua di gereja Battle Creek; Lihat Selected Messages, book 1, hlm. 34-36.) Hati saya merasa sangat sedih karena Saudara J dan K sudah menerapkan posisi yang mereka miliki. . . . Anda boleh bertanya, “Apakah akibat hal ini bagi Anda?” Hanyalah dukacita, dukacita jiwa, tetapi damai dan ketenangan yang sempurna dan kebenaran ada di dalam Yesus. Untuk membenar-benarkan diri, posisi saya, misi saya, saya tidak akan mengucapkan sepuluh kata. Saya tidak akan berupaya memberi bukti terhadap pekerjaan saya. “Oleh buah-buahnya kamu akan mengenal mereka.” (Mat. 7:20).—Letter 14, 1897.

Kadang-kadang saya merasa sangat tertekan dalam suatu khayal di malam hari. Saya bangkit dari tempat tidur saya, dan berjalan ke ruangan, dan berdoa kepada Tuhan untuk menolong saya menanggung beban itu, dan saya tidak mengatakan apapun untuk membuat orang-orang percaya bahwa pekabaran yang la sudah berikan kepada saya adalah kebenaran. Bilamana saya dapat menaruh beban ini kepada Tuhan, saya menjadi bebas dengan sesungguhnya. Saya menikmati kedamaian yang saya tidak bisa ungkapkan. Saya merasa terangkat, seolah disokong oleh lengan-lengan kekal, dan damai dan sukacita memenuhi jiwa saya. Kembali dan kembali kepada saya diingatkan bahwa saya tidak akan berupaya untuk menjelaskan kakacauan dan pertentangan iman dan perasaan dan ketidakpercayaan yang diungkapkan. Saya tidak akan tertekan, tetapi saya akan berbicara tentang perkataan-perkataan Tuhan dengan kuasa, dan kemudian menyerahkan kepada-Nya semua konsekuensi-konsekuensinya. “Saya mendapatkan petunjuk dari Tabib Besar itu supaya saya berbicara tentang perkataan yang Tuhan berikan kepada saya, entah orang-orang akan mendengar atau entah mereka akan mengelak. Kepada saya diberitahu bahwa saya tidak memiliki apa pun untuk dilakukan sehubungan dengan konsekuensi-konsekuensinya, bahwa Allah, bahkan Yahwe Tuhan, akan memelihara saya dalam damai yang sempurna jika saya mau tinggal dalam kasih-Nya dan melakukan pekerjaan yang la sudah berikan kepada saya itu.—Letter 146, 1902.

(2 SM 74, 75)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *