[RH] Sambutan terhadap Pekabaran

1482807 bigthumbnail Copy 2

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita lnjil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:5-7).

[AkhirZaman.org] Secara fisik, saya selalu menjadi seperti suatu alat yang patah; dan kendati pada usia tua saya Tuhan terus menggerakkan saya oleh Kuasa Roh Kudus-Nya untuk menulis buku-buku yang paling penting yang belum pernah muncul di hadapan gereja-gereja dan dunia.

Tuhan sementara membuktikan apa yang la dapat lakukan melalui alat-alat-Nya yang lemah. Kehidupan yang la berikan akan saya gunakan untuk kemuliaan-Nya. Dan, ketika la melihat sudah saatnya supaya saya istirahat, pekabaran-pekabaran-Nya akan justru menjadi lebih kuat daripada ketika alat rapuh yang melaluinya pekabaran itu disampaikan masih hidup.—Manuscript 122, 1903.

Selama setengah abad saya sudah menjadi seorang pembawa kabar Allah, dan selama hidup saya, saya masih akan terus menyampaikan pekabaran yang Allah sudah berikan kepada saya bagi umat-Nya. Saya tidak memuliakan diri sendiri; pada masa muda saya Tuhan telah membuat saya menjadi pembawa kabar-Nya, untuk mangko munikasikan kepada umat-Nya kesaksian-kesaksian tentang dorongan, amaran, dan teguran. Selama enam puluh tahun saya sudah berhubungan dengan para pembawa kabar surgawi, dan secara tetap mempelajari perkara-perkara llahi, dan jalan yang mana di dalamnya secara tetap Allah bekerja untuk membawa jiwa-jiwa keluar dari kekeliruan mereka kepada terang Allah.—Letter 86, 1906.

Saya memiliki pekerjaan untuk dilakukan bagi mereka yang akan ditolong, bahkan jika terang yang diberikan tidak selaras dengan ide-ide mereka. Mereka akan mengenal terang dari Allah, karena mereka memiliki kebenaran dari pekerjaan yang Tuhan suka untuk dilakukan melalui alat-Nya yang sederhana pada dua puluh lima tahun terakhir. Mereka mengakui pekerjaan ini sebagai pekerjaan Allah, dan karenanya bermaksud untuk diperbaiki sehubungan dengan ide-ide mereka dan mau mengubah arah tindakan mereka. Tetapi mereka yang akan memelihara dan mempertahankan ide-ide mereka, dan karena ide itu dikoreksi, mereka menyimpulkan bahwa Nyonya White terpengaruh untuk mengambil suatu tindakan tertentu yang tidak selaras dengan ide-ide mereka. . . tidak dapat memberi manfaat. Saya tidak akan mempertimbangkan teman-teman seperti itu sebagai sesuatu yang berarti pada suatu keadaan sulit, khususnya dalam suatu krisis. Sekarang kamu memahami pemikiran saya. Saya tidak mau melakukan pekerjaan Allah dalam suatu cara yang tanpa keterampilan. Saya perlu mengetahui apa tugas yang ada dan melakukannya selaras dengan Roh Allah.—Letter 3, 1889.

(3SM 78-79)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *