KASIH YANG MEMULIHKAN (Bagian V)

1412717 52054944 800x600

Kisah Kasih Yesus yang Menyembuhkan—Seorang yang Lumpuh

 

Suara yang sama yang memberikan kehidupan kepada debu tanah pada waktu di Eden. Sekarang suara itu menciptakan kembali tubuh dari manusia yang diampuni tersebut.

   [AkhirZaman.org] Di Kapernaum hiduplah seorang pria yang lumpuh. Penyakitnya adalah hasil langsung dari gaya hidupnya yang berdosa. Di samping kehidupannya yang menderita dan sia-sia, pria ini sangat disusahkan oleh penyesalan. Dia meminta kepada para imam dan para tabib untuk menyembuhkannya, tetapi mereka menyatakan bahwa dia tidak dapat disembuhkan dan dikutuk oleh Tuhan. Pria lumpuh ini tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan. Kemudian dia mendengar tentang Yesus. Teman-temannya mendorongnya untuk percaya bahwa dia dapat disembuhkan jika dia dapat melihat Yesus. Tetapi pria ini tidak begitu ingin disembuhkan lebih daripada keinginannya untuk diampuni. Jika dia bisa yakin bahwa Tuhan masih mengasihi dia, kematian bukanlah masalah. Dia meminta kepada teman-temannya untuk membawanya melihat Yesus dan mereka senang melakukannya.

    Yesus sedang mengajar di rumah Petrus hari itu. Murid-murid-Nya ada di dalam rumah, duduk di sekitar Tuan mereka, dan di dekat mereka adalah sejumlah orang Farisi dan para ahli Taurat yang datang untuk mengintai Yesus. Di luar ada kerumunan besar orang yang datang untuk mendengarkan dan melihat lebih banyak  mukjizat lagi.  

    Teman-teman dari pria lumpuh ini mencoba untuk menerobos melalui keramaian sambil mereka mengangkat usungan, tetapi mereka gagal. Ketika mereka mulai putus asa, pria tersebut mempunyai rencana.”Angkat aku ke atas atap,” dia menyarankan. “Kita bisa pergi melewati atap itu dan mendapati Yesus.”  

    Jadi itulah yang mereka lakukan. Teman-teman dari pria lumpuh itu mengangkatnya ke atas atap rumah dan menurunkan usungannya ke bawah sampai dia terbaring tepat di kaki Yesus.

    Ketika Yesus melihat pandangan permohonan dari pria itu, Dia mengetahui apa yang diinginkannya.  Sebenarnya Yesus sudah mengetahui tentang  pria ini. Dia telah melihat kerinduan pria ini akan pengampunan sementara dia masih di rumah, dan telah memberkati dia di sana. Ketika pria ini merencanakan dan bekerja dengan teman-temannya untuk menemukan Yesus, Penebus telah melihat imannya bertumbuh. Sekarang Yesus mengetahui dengan tepat apa yang harus dikatakan.

    “Anak-Ku,” kata Yesus, “Dosamu sudah diampuni.”

    Kata-kata tersebut adalah alunan musik di telinga pria lumpuh tersebut. Dukacita dan keputusasaannya menguap hilang dan kedamaian memenuhi hatinya. Rasa sakitnya telah hilang. Lebih daripada disembuhkan, dia telah diampuni! Imannya mendapat upah dan dia berbaring di sana dalam ketenangan yang penuh sukacita sementara orang-orang memandangnya dengan keheranan.

    Para pemimpin agama di sana mengingat pria ini dan bagaimana mereka tidak memberikannya harapan ataupun simpati. Mereka telah menyatakan bahwa Tuhan telah mengutuk dia oleh karena dosa-dosanya. Sekarang mereka menyadari bahwa mereka akan kehilangan pengaruh terhadap orang-orang yang menyaksikan Yesus mengampuni orang lumpuh itu. Mereka harus melakukan sesuatu, dan dengan melirik satu sama lain mereka menyetujui sebuah rencana. Mereka akan menyebutnya penghujatan ––dosa yang menyebabkan hukuman mati––dan mengingatkan orang-orang bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengampuni dosa selain Tuhan.

    Tetapi Yesus membaca raut wajah dan hati mereka. “Mengapa kamu berpikir demikian dalam hatimu?” Dia bertanya. “Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini ‘Kamu sudah diampuni,’ atau berkata ‘Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan berjalanlah?’ Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa, kepadamu Kukatakan”  Yesus berkata kepada orang yang lumpuh itu, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

    Itulah suara yang sama yang memberikan kehidupan kepada debu tanah pada waktu di Eden. Sekarang suara itu menciptakan kembali tubuh dari manusia yang diampuni tersebut. Dia melompat ke lantai dengan cekatan sama seperti seorang anak laki-laki yang baru bertumbuh. Setiap organ di dalam tubuhnya melompat ke dalam hidup yang sepenuhnya. Dengan otot-otot yang baru dan kuat, dia mengangkat tempat tidurnya seolah-olah beratnya hanya sama seperti bulu saja dan berjalan di antara orang banyak itu.

    Ribuan orang hari ini yang menderita karena penyakit sebenarnya rindu untuk mendengar kata-kata yang sama: “Dosamu sudah diampuni”. Hanya Yesus, Sang Penyembuh jiwa, yang dapat memberikan kepada mereka kesehatan dan kekuatan kembali. Yesus masih memiliki kuasa yang sama hari ini untuk mengampuni orang-orang berdosa dan menyembuhkan yang sakit.

    Orang-orang melangkah mundur dan memberikan ruang untuk pria itu lewat dan saling berbisik satu sama lain, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang aneh dan sangat mengherankan.” Mereka semua takjub dan memuliakan Tuhan dan berkata “Kami tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.”

    Para pemimpin agama takjub dalam kebisuan. Dikalahkan dan dipermalukan, mereka menyadari kehadiran dari Seorang yang lebih tinggi. Tetapi hal itu tidak mengubah mereka. Mereka meninggalkan rumah Petrus dan memutuskan untuk mencari cara agar dapat menghentikan Yesus, Anak Allah.

    Ketika pria yang sebelumnya lumpuh tersebut pulang ke rumahnya, keluarga dan sahabat-sahabatnya sulit untuk percaya pada apa yang mereka lihat dan tidak dapat menahan diri untuk menangis karena sukacita. Tubuh yang sebelumnya layu, sekarang menjadi sehat dan kuat. Wajah yang sebelumnya sangat depresi sekarang bercahaya dengan sukacita dan damai. Pria ini dan keluarganya telah siap untuk meletakkan hidup mereka bagi Yesus. Tidak ada satu pun yang dapat melemahkan iman mereka kepada Seorang yang telah membawa terang dan kehidupan kembali ke rumah mereka yang sebelumnya gelap.

Suara yang sama yang memberikan kehidupan kepada debu tanah pada waktu di Eden. Sekarang suara itu menciptakan kembali tubuh dari manusia yang diampuni tersebut.

Dari: The Healing Power of love
Oleh: Jerry D. Thomas
Diterjemahkan oleh akhirzaman.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *