Carilah Kesempurnaan

970104_35010806_b

[AkhirZaman.org] Allah rindu agar kita mencapai standar kesempumaan yang dimungkinkan oleh anugerah Kristus. Dia memanggil kita untuk membuat pilihan yang benar, menghubungkan diri dengan wakil sorgawi, dan memegang prinsip yang akan mengembalikan kita kepada citra Ilahi. Dalam Firman Nya yang tertulis dan di dalam buku alam, Dia telah menyatakan prinsip kehidupan. Kita harus berusaha mengetahui prinsip prinsip ini oleh penurutan dan bekerja sama dengan Dia memulihkan kesehatan tubuh dan jiwa.

Semua organ yang hidup adalah milik Tuhan. Dia memilikinya atas dasar penciptaan dan penebusan. Oleh menyalahgunakan salah satu kesanggupan itu, kita merampas penghormatan yang seharusnya diberikan kepada Nya. Kalau kita gagal merawat tubuh kita, itu adalah satu penghinaan terhadap Pencipta. Telah tersedia peraturan-peraturan untuk umat manusia. Kalau ini dituruti, manusia akan terhindar dari penyakit dan kematian dini.

Satu sebab mengapa kita tidak menikmati lebih banyak berkat Tuhan adalah kita tidak memperhatikan terang yang diberikan kepada kita dengan sukacita, yaitu tentang hukum yang terkait dengan peraturan hidup dan kesehatan. Sebenarnya Allah adalah Pencipta hukum fisik dan hukum moral. Hukum hukum Nya dituliskan dengan jari Nya sendiri pada setiap saraf, otot, dan sel otak yang telah dipercayakan pada manusia.

Sang Pencipta telah mengatur organ organ tubuh kita menjadi satu unit mesin yang hidup. Dengan kebijaksanaan yang luar biasa masing masing dijadikan Nya berfungsi. Allah berjanji pada diri-Nya sendiri untuk memelihara mesin tubuh manusia itu tetap sehat jika manusia itu mau menurut hukum hukum Nya dan bekerjasama dengan Dia. Setiap bukum yang mengatur mesin tubuh manusia harus dianggap benar benar Ilahi dalam asal usul, sifat, dan kepentingannya seperti Firman Allah. Setiap kelalaian, tindakan sembrono, atau penyalahgunaan mekanisme Allah yang ajaib itu adalah pelanggaran hukum Allah. Begitu pula kalau kita kurang menghargai aturan khusus kesehatan. Kita dapat menyaksikan dan mengagumi pekerjaan Allah di dalam alam, tetapi habitat manusia adalah yang paling mengagumkan.

Pelanggaran terhadap aturan aturan kesehatan adalah dosa, sama halnya dengan pelanggaran terhadap Sepuluh Hukum. Keduanya sama-sama melanggar hukum Allah. Mereka yang melanggar hukum Allah dalam organisme tubuh mereka akan cenderung melanggar hukum Allah yang diturunkan di bukit Sinai. Kita harus mempelajari semua tuntutannya terhadap tubuh kita sendiri lalu mengikutinya. Mengabaikan hal ini berarti melakukan dosa.

Juruselamat kita telah memberi amaran kepada murid murid-Nya bahwa sebelum kedatangan Nya yang kedua kali, satu keadaan akan muncul sama seperti yang telah terjadi  sebelum Air Bah. Makan minum akan dilakukan secara berlebihan. Dunia akan menggandrungi kepelesiran. Keadaan seperti itu terjadi pada saat ini. Dunia sudah menyerah kepada pemanjaan nafsu. Dunia mode akan memperbudak kita dalam kebiasaan kebiasaan jelek, yaitu kebiasaan yang semakin menciptakan kita seperti penduduk Sodom yang terkutuk itu.

“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus?” “Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,–dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakan¬lah Allah dengan tubuhmu.” (1 Korintus 6:15, 19-20)

Anak anak Allah tak dapat memuliakan Dia dengan tubuh yang sakit sakitan atau pikiran yang kerdil. Mereka yang memanjakan kegelojohan terhadap makanan atau minuman membuang tenaga fisik dan melemahkan kuasa pikiran. Tubuh kita adalah harta Tuhan yang sudah dibeli dan kita tidak bebas memper¬lakukannya menurut kemauan kita sendiri. Tetapi manusia telah mela¬kukannya. Dia telah memperlakukan tubuhnya seakan akan tidak ada hukuman. Dengan nafsu yang diselewengkan, semua organ dan kuasa tubuhnya telah dilemahkan, disakiti, dan dilumpuhkan. Dia masih mengejek Allah sekalipun Setan membawa akibat buruk padanya dengan berjenis-jenis pencobaan. Di hadapan Allah ia mempersembahkan tubuhnya yang telah dibeli Kristus sebagai milik-Nya. Alangkah sedihnya pengorbanan yang demikian di ha¬dapan Penciptanya. Oleh karena manusia telah berdosa terhadap tubuhnya dan telah merusak kehidupannya, maka Allah telah di¬hinakan.

Jika orang benar benar bertobat, mereka akan secara sadar menghargai aturan aturan hidup yang telah ditetapkan Allah dalam tubuh mereka. Dengan demikian mereka berusaha menghindari kelemahan fisik dan pikiran, serta kebejatan moral. Penurutan akan hukum hukum ini haruslah dijadikan satu tugas pribadi. Kita sendiri harus menderita penyakit karena pelanggaran hukum. Kita wajib mempertanggungjawabkan kepada Allah kebiasaan dan perbuatan kita. Pertanyaan bagi kita bukanlah: “Apa komentar dunia?” tetapi: “Sebagai orang yang mengaku Kristen, bagaimana saya harus perlakukan tempat tinggal yang diberikan Allah padaku? Akankah saya bekerja demi kebaikan jasmani dan rohani dengan memelihara tubuhku sebagai kaabah tempat tinggal Roh Kudus? Atau: Akankah saya mengorbankan tubuhku kepada pendapat dunia dan segala kebiasaannya?”

-Buku Petunjuk Diet dan Makanan Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *