PENEMUAN ARKEOLOGI YANG MEMBUKTIKAN KEBENARAN AYAT ALKITAB

kebenaran

Oleh: Mark A. Kellner
10 Nov 2020

[AkhirZaman.org] Selama berabad-abad, pengkritik Alkitab telah seringkali menyatakan kurangnya bukti ilmiah atas berbagai deskripsi atau catatan Alkitab sampai kemunculan para arkeolog.

Salah satu contohnya adalah pengumuman atas ditemukannya sebuah benteng kuno Kanaan akhir Agustus lalu. Benteng yang berasal dari abad ke-12 Sebelum Masehi tersebut membuktikan adanya perang antara bangsa Kanaan dan tetangga mereka, yaitu bani Israel.

“Berukuran 60 kaki x 60 kaki, benteng bertingkat dua itu memiliki menara pengawas di masing-masing sisinya dan halaman yang dilapisi oleh paving batu dan kolom di bagian tengahnya,” ulas surat kabar Inggris Daily Mail.

Menurut The Times of Israel, “Benteng yang letaknya dekat Kibbutz Gal On dan Sungai Guvrin, sekitar 70km (40mil) sebelah selatan Jerusalem, dibangun oleh bangsa Mesir yang memerintah daerah tersebut pada saat itu sebagai pertahanan melawan bangsa Filistin, pada era yang sesuai dengan salah satu buku di Alkitab yaitu Hakim-Hakim,” kata Israel Antiquities Authority dalam sebuah pernyataan.

Buku Hakim-Hakim Disinggung

Mengutip para arkeolog, Departemen Luar Negeri Israel menjelaskan pentingnya penemuan tersebut. Menurut arkeolog Saar Ganor dan Itamar Weissbein dari Israel Antiquities Authority, “Benteng yang kami temukan memberikan sekilas pemahaman tentang fakta Geopolitik seperti yang dinyatakan dalam buku Hakim-hakim, dimana bangsa Kanaan, Israel dan Filistin saling memerangi satu sama lain.

Pada era tersebut, tanah Kanaan dipimpin oleh bangsa Mesir dan penduduknya di bawah penjagaan mereka. Lalu pada abad ke-12 Sebelum Masehi, muncul lah dua pemain baru: Israel dan Filistine. Inilah permulaan dari serangkaian perang teritorial yang sengit. Bangsa Israel mendiami pemukiman yang tidak dibentengi di pegunungan Benyamin dan Yudea.

Sementara bangsa Filistin menghimpun kekuatan di dataran rendah yang berdekatan dengan laut di bagian selatan dan membangun kota-kota besar seperti Ashkelon, Ashdod dan Gat.

Dalam usaha mereka untuk menaklukan lebih banyak lagi daerah kekuasaan, bangsa Filistin melawan bangsa Mesir dan Kanaan di daerah perbatasan, yang kemungkinan melewati sungai Guvrin yang letaknya diantara Kerajaan Filistin: Gat dan Kerajaan Kanaan: Lachish. Sepertinya, benteng Galon dibangun sebagai usaha bangsa Kanaan/Mesir untuk menghadapi situasi Geopolitik yang baru.

Tapi di pertengahan abad ke-12 Sebelum Masehi, orang Mesir meninggalkan tanah Kanaan dan kembali ke negara mereka. Ini menyebabkan kehancuran kota-kota Kanaan yang sekarang tanpa perlindungan – kehancuran yang kemungkinan besar disebabkan oleh bangsa Filistin.”

Laporan tersebut berlanjut, “Menara pengawas dibangun pada ke-empat sisi. Ambang pintu sangat besar, yang berasal dari sebuah batu dengan berat sekitar 3 ton, ditempatkan di jalan masuk bangunan tersebut. Di dalam benteng, terdapat halaman yang dilapisi oleh paving batu dan kolom di bagian tengahnya. Beberapa ruangan dibangun di kedua belah sisi halaman itu. Ratusan bejana tembikar, sebagian masih dalam keadan utuh ditemukan di dalam ruangan-ruangan tersebut, termasuk wadah-wadah spesial seperti bejana dan cawan yang kemungkinan digunakan dalam upacara atau ritual keagamaan. Bejana dalam jumlah banyak juga ditemukan dalam ruangan-ruangan tersebut, beberapa diantaranya dibuat mengikuti gaya bejana Mesir.

Alkitab Terbukti Lagi

Penemuan arkeologi terakhir adalah bagian dari banyaknya penemuan sebelumnya yang membuktikan kebenaran Alkitab. Dalam tiap kasus, deskripsi yang dinyatakan dalam Kitab
Suci terbukti sebagai lokasi atau tempat sebenarnya. Tidak seperti naskah-naskah yang dianggap suci oleh penganut-penganut kepercayaan lainnya, anda dapat benar-benar pergi ke berbagai lokasi yang digambarkan Alkitab di Mesir, Israel, Irak serta tempat-tempat lainnya dan menemukan fakta seperti yang dijelaskan dalam Alkitab.

Reruntuhan Babilon masih terlihat sampai saat ini di Irak. Reruntuhan Tirus bisa ditemukan di pesisir Mediterania di Lebanon. Kedua kota tersebut dinubuatkan tidak akan pernah dibangun lagi dan memang, keduanya tidak berdiri lagi sampai sekarang.

Sangat menenangkan melihat semakin banyaknya bukti yang ditemukan untuk mendukung catatan Alkitabiah atas sejarah kuno di Israel dan sekitarnya. Sangat sedikit yang meragukan keberadaan piramida karena mereka masih ada sampai sekarang. Dan penemuan-penemuan arkeologi yang telah terjadi selama 50 tahun terakhir atas kota kuno Yerusalem sampai kepada masa Yesus, telah memberikan kredibilitas atas catatan Injil.

Di Nazareth, anda dapat mengunjungi suatu tempat yang dinyatakan sebagai “perkampungan abad pertama,” dan walaupun beberapa elemen telah dibuat ulang, tanah, batu yang digunakan untuk menumbuk gandum dan lantai pengirikan, semuanya berasal dari zaman Yesus dan sangat mungkin merupakan tempat yang dulu Dia lewati. Di Capernaum atau bahasa Latin dari nama Yahudi aslinya “K’far Nahum,” atau desa Nahum, reruntuhan sinagog terletak di atas reruntuhan yang berasal dari abad pertama, tempat yang sangat mungkin Yesus kunjungi, terletak tidak terlalu jauh dari reruntuhan hasil penggalian rumah Petrus di kota yang sama.

Pastor Doug Batchelor menawarkan sebuah survey tentang beragam penemuan yang membuktikan kebenaran Alkitab dalam “When the Rocks Cry Out,” sebuah kelas Sekolah Sabat yang sangat menarik. Yang bermanfaat lainnya adalah sebuah program jam belajar, “The Bible as History”.

Dan jikalau anda ingin melihat tempat-tempat paling bersejarah di Israel bersama Pastor Doug dan menyaksikan dimana sejarah sesungguhnya terjadi, anda dapat melakukannya tanpa meninggalkan rumah anda. Journey Through the Holy Land dapat membawa anda ke berbagai lokasi. Tersedia dalam DVD atau streaming via Vimeo, yang pasti akan membantu anda untuk lebih mengerti sejarah sesuai dengan pembuktian Alkitab dengan sekop arkeolog!

Mark A. Kellner adalah seorang staf penulis untuk Amazing Facts International. Beliau adalah jurnalis veteran yang tulisannya telah diterbitkan di Religion News Service, The Washington Times dan berbagai majalah komputer.

https://bit.ly/2IF9hho


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *