Menang Balapan, Kuda Pacu Dicekoki Sebotol Miras

memenangkan

[AkhirZaman.org] Seekor kuda pacu dicekoki sebotol minuman keras (miras) berjenis sampanye setelah memenangkan balapan bergengsi di Mallorca, Spanyol. Video itu direkam usai gelaran Manacor Grand Prix pada Senin (12/10/2020).

Komunitas kesejahteraan hewan mengidentifikasi kuda itu sebagai Helen Llinaritx dan mengecam tindakan pelaku adalah “mengerikan”. Di video yang diunggah Daily Mail terlihat hewan berkaki empat itu dipegangi oleh seorang pria yang mencekoki sebotol sampanye ke dalam mulutnya. Kuda itu sempat menghindar dengan menggerakkan kepalanya, tapi upayanya tidak cukup berhasil. Si pria lalu mencium hidung kuda saat para penonton bertepuk tangan dan bersorak.

Assaib dari Asosiasi Hewan Kepulauan Balearic berkata, “Orang bodoh ini membuat kuda pemenang Helen Llinaritx meminum sebotol sampanye.” “Kami telah mengajukan pengaduan resmi ke otoritas terkait atas penganiayaan hewan,” lanjutnya dikutip dari Daily Mail, Jumat (16/10/2020). Asosiasi itu dalam sebuah pernyataan menambahkan, “Kami ingin mengungkapkan amarah kami atas apa yang terjadi setelah Manacor Grand Prix.”

“Dari rekaman jelas bahwa Helen Llinaritx dipaksa minum sebotol sampanye, sementara orang-orang di sekitarnya menertawakan apa yang terjadi.” “Kami menilai contoh penganiayaan hewan secara terang-terangan ini mengerikan, dan itu menunjukkan bahwa orang ini tidak menghargai hewan.”

https://bit.ly/3j6Mmry

Kuda bisa jadi merupakan seekor hewan yang paling kharismatik dari kerajaan hewan. Dimana struktur anatomi kuda dan keterikatannya pada manusia yang menjadikan hewan ini sebagai simbol kekuatan, kepercayan, kebebasan, kecerdasan serta kesetiaan. Sebab telah terbukti dari ribuan tahun yang lalu, bahwa kuda sudah menjadi bagian terpenting dan menjadi penolong bagi kehidupan manusia. Kuda pertama kali dimanfaatkan sebagai hewan tunggangan oleh suku-suku pengembara (Nomaden) di padang rumput dan gurun Asia Tengah dan Utara. Perananannya dalam berbagai kebudayaan berikutnya adalah sebagai hewan penarik. Mengapa kuda yang begitu berguna dan sangat setia kepada manusia ini, harus diperlakukan dengan tidak baik dan sewenang-wenang oleh pemiliknya? ini suatu perilaku manusia yang tidak berakhklak mulia.

“Hai Ayub, engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda dan surai yang melambai-lambai pada tengkuknya?”; “Tetapi apabila ia mulai berlari kencang, ia mengalahkan kuda serta penunggang.”; “Dengan semangat menyala-nyala kuda itu berlari; bila trompet berbunyi tak dapat ia menahan diri.” (Ayub 39:19, 18,24)

“Kesukaan TUHAN bukanlah kuda yang kuat; bukan juga pejuang yang berani.; TUHAN senang kepada orang yang takwa, kepada orang yang tetap mengharapkan kasih-Nya.” (Mazmur 147:10,11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *