Perayaan Wafatnya Orang Terkasih di Meksiko

orang mati

[AkhirZaman.org] Masyarakat Meksiko menggelar perayaan Hari Orang Mati pada Rabu 30 Oktober. Ini adalah festival yang rutin digelar setiap tahun di Meksiko. Pada hari tersebut, masyarakat diliburkan demi mengenang orang-orang terkasih yang sudah meninggal.

Meskipun bernama Hari Orang Mati, ornament festival tidak ada yang bernuansa gelap. Masyarakat merayakan ritual dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Festival ini bahkan sempat dibuatkan film oleh Disney dengan judul Coco. Festival itu dipenuhi dengan berbagai atraksi, seperti arak-arakan dengan wajah yang digambar-gambar, banyak hiasan bunga serta lilin di makam-makam, photo-photo orang-orang yang mereka kasihi dipajang, bahkan ada yang dipajang juga di tempat-tempat umum, serta ada tarian dan musik.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191101144648-274-444845/video-perayaan-wafatnya-orang-terkasih-di-meksiko

Ada berbagai pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak kita yang berhubungan dengan kematian. Apakah yang akan terjadi kepada orang yang sudah meninggal, apakah arwah mereka akan langsung ke Surga atau ke Neraka, atau bahkan ada yang bilang arwah mereka melayang-layang di dunia, apakah itu benar? Ada juga yang bilang kalau ada orang yang masih hidup dapat berkomunikasi dengan arwah orang yang meninggal, apakah semuanya itu bisa terjadi?

Mari kita coba lihat apa yang Alkitab katakan sehubungan dengan hal ini. Pertama-tama kita harus cari tahu dulu apa yang Alkitab katakan sehubungan tentang penciptaan manusia. “TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kejadian 2:7. Manusia diciptakan Allah dari debu dan tanah, dan itu belum sempurna karena masih dalam wujud benda mati, tetapi ketika Tuhan Allah menghembuskan nafas hidup maka manusia itu memperoleh kehidupan dan disebut sebagai mahkluk hidup. Di dalam Kejadian 3: 19 “dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Artinya ketika seseorang itu mati maka dia akan kembali menjadi tanah, karena dari situlah mereka dibentuk, sedangkan nafas hidup itu kembali kepada Allah.

Lalu bagaimana keadaan orang mati? Orang mati seperti dalam kondisi tertidur dan tidak tahu apa-apa, seperti ayat Alkitab berikut ini: “Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” Pengkhotbah 9:5.

Kenapa ada kematian, kalau Allah sendiri yang menciptakan manusia dan alam semesta ini? “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Roma 6:23, 5:12.

Kematian telah menjadi efek dari dosa yang masuk ke dunia, dan kematian adalah satu kondisi yang tertidur dan tidak tahu apa-apa, sebagaimana Alkitab katakan di atas. Lalu apakah kematian ini akan menjadi akhir dari segalanya? Tidak. Karena ada Kabar Gembira yang diberikan Yesus melalui kematianNya di kayu salib, menjadi sebuah pengharapan bagi semua manusia. “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Korintus 15:57.

Kematian bisa jadi tidak dapat kita hindari, tetapi dengan kita yakin dan percaya pada Tuhan, melalui kematian Yesus dan kebangkitanNya memberikan satu pengharapan bagi kita umat manusia, bahkan kematian bukanlah akhir dari segalanya, karena ketika Yesus datang ke dunia ini untuk kedua kalinya, Dia akan membangkitkan orang-orang yang sudah meninggal dalam Yesus dan bersama-sama dengan umat tebusan untuk memerintah dalam kerajaan Surga. “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Yohanes 11:25,26.

Marilah kita mempercayai Yesus dan seluruh pekabaranya serta menjalankan apa yang menjadi ketetapan-ketetapan yang tertulis dalam firmanNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *