KASIH KARUNIA ALLAH MENGUBAHKAN HIDUP

bayang-bayang

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Yohanes 3:7

[AkhirZaman.org] Kebenaran yang besar mengenai pertobatan hati oleh Roh Kudus dikemukakan di dalam kata-kata Kristus kepada Nikodemus: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah …. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” (Yohanes 3:3-6).

Dengan pembaharuan hatilah anugerah Allah bekerja mengubahkan hidup. Perubahan hanya bagian luar saja tidak cukup membawa kita hidup selaras dengan Allah. Banyak orang yang mencoba mengadakan pembaharuan dirinya oleh memperbaiki tabiatnya yang buruk yang ini atau yang itu, dan mereka mengharapkan dengan jalan ini mereka menjadi orang Kristen, akan tetapi mereka sedang mulai di dalam tempat yang salah. Tugas kita yang pertama adalah dengan hati ….

Ragi kebenaran bekerja diam-diam, tenang, mantap, untuk mengubahkan jiwa. Segala kecenderungan alamiah dihaluskan dan ditaklukkan. Pikiran baru, perasaan baru, motif baru, ditanamkan. Sebuah ukuran tabiat baru telah dibuat-menurut hidup Kristus. Pikiran diubahkan, kesanggupan pikiran dibangkitkan untuk bekerja dalam cara yang baru. Manusia bukannya dikaruniai dengan kesanggupan yang baru, melainkan kesanggupan yang dimilikinya itulah yang disucikan. Hati nurani dibangunkan. Kitab Suci adalah perantara penting di dalam pengubahan tabiat ini. Kristus berdoa, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17). Jika hal itu telah dipelajari dan dituruti, maka firman Allah bekerja di dalam hati, menaklukkan setiap sifat yang tidak kudus. Roh Kudus datang untuk menyatakan dosa, dan iman yang bersemi di dalam hati bekerja dengan kasih kepada Kristus, menyesuaikan kita, tubuh, jiwa, dan roh menurut kemauanNya. Seorang manusia melihat bahaya yang menimpa dirinya. la melihat bahwa ia memerlukan perubahan tabiat, perubahan hati. Hatinya mulai digerakkan, ia mulai merasa takut. Roh Allah sedang bekerja di dalam dia, dan dengan rasa takut dan gentar la mulai bekerja untuk dirinya sendiri, berusaha mencari segala kekurangannya dan melihat apa yang dapat ia lakukan untuk mengadakan perubahan yang diperlukan di dalam hidupnya ….

Ia mengakui dosa-dosanya kepada Allah, dan jika ia pernah melukai hati seseorang, ia mengakui kesalahannya itu kepada orang yang dilukai hatinya. Ia bertindak sepadan dengan pekerjaan Roh, dan pertobatannya sungguh-sungguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *