BERJALAN DENGAN IMAN

iman

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Habakuk 2:4

[AkhirZaman.org] Saudara yang kekasih: Saya sudah menerima suratmu, dan sudah membacanya. Saudaraku, saya ingin mengajakmu, supaya menaruh dalam pikiran bahwa Yesus Kristus menyerahkan nyawaNya yang indah untukmu. la akan menjadi penolongmu, kalau engkau berharap padaNya. Serahkan pemeliharaan jiwamu padaNya yang menyerahkan nyawaNya sendiri kepada kematian kejam dan memalukan, supaya dapat menebus setiap jiwa yang mau menerima Dia ….

Saudaraku, kita telah berjumpa dengan jiwa-jiwa yang dalam pengalaman Kristen mereka, telah melalui keadaan-keadaan yang sama seperti yang disebutkan dalam suratmu. Engkau tidak boleh berharap pada kesan-kesan ketidakpercayaanmu. Engkau harus menaruh keyakinanmu dalam Dia yang telah menyerahkan hidupNya bagimu. Barulah engkau dihitungkan di antara orang-orang yang diterima di antara mereka yang percaya dan menerima firmanNya, dan berjalan bukan dengan perasaan, melainkan dengan iman.

Firman Allah itu benar. lman memegang Sabda ilahi, sedangkan perasaan adalah hampa yang hanyalah merupakan sesuatu bayangan iman dalam suatu “Demikianlah firman Allah yang hidup.” …. Ajaiblah pekerjaan yang direncanakan Allah untuk diselesaikan melalui hamba-hambaNya, supaya namaNya boleh dimuliakan. Saudaraku, engkau tidak boleh tenggelam dalam keputusasaan. Tetaplah pegang janji-janji Allah dengan iman seorang anak kecil ….

Saudaraku, saya mengajakmu supaya jangan melihat dirimu melainkan kepada Kristus, lalu hiduplah. Tempatkan kepercayaanmu pada Dia yang mengasihi manusia. Biarlah engkau bergantung sepenuhnya pada Kristus. la sanggup menyelamatkan dengan sempurna segala orang yang datang kepadaNya. Percaya, percayalah bahwa Kristus akan mengampuni segala pendurhakaanmu dan mengampuni segala dosa-dosamu. Rendahkan dirimu seperti seorang anak kecil, maka Kristus akan menerimamu dan memberkatimu serta menguatkanmu. Jangan memikirkan ketidakpercayaan dan membicarakan ketidakpercayaan, tetapi pegang Allah pada firmanNya, dan biarkan dirimu di tanganNya, untuk diajar dan dituntun olehNya ….

Hiburlah hatimu, saudaraku, dengan mempercayai bahwa Tuhan mau engkau diselamatkan, dan engkau adalah anakNya. Jangan mengira bahwa pikiranmu harus berada dalam suatu keadaan perasaan tertentu atau engkau tidak berkenan pada Allah. lmanmu tidak boleh bergantung atas perasaan, tetapi atas janji-janji Allah. Berjalanlah dengan iman dalam “Demikianlah firman Tuhan.” Serahkanlah persoalanmu pada Tuhan, lalu percayalah akan firmanNya. Percaya, ya, percayalah firman Tuhan dan berjalanlah dengan iman, bukan dengan pandangan. Baharuilah selalu penyerahanmu kepada Allah. Jadilah setia dan benar “Demikianlah firman Tuhan,” serta berdirilah teguh dalam kemerdekaan di mana Kristus telah membebaskan engkau.-Letter 388, 19 Nopember 1907, kepada seorang anggota gereja di Lancaster Selatan, Massachusetts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *