KOTA-KOTA BESAR (Bagian 1)

new york city Copy

Para Pembangun Kota yang Mula-Mula
[AkhirZaman.org] Akibat kutukan Allah, Kain menyingkir dari rumah tangga ayahnya. Mula-mula dia memilih pekerjaan sebagai penggarap tanah. dan sekarang dia membangun sebuah kota dan menamainya menurut nama anak laki-lakinya yang tertua (Kejadian 4: 17). Dia sudah melarikan diri dari hadapan Tuhan, membuang janji akan Firdaus yang dipulihkan, untuk mencari harta dan kesenangannya di bumi ini di bawah kutuk dosa, dengan demikian berdiri sebagai pemimpin golongan besar manusia yang menyembah ilah dunia ini.–PP 81 (1890).

Untuk sementara keturunan Nuh terus menetap di antara gunung-gunung di mana bahtera itu terdampar. Sementara jumlah mereka bertambah banyak, kemurtadan segera membawa mereka kepada pemisahan. Mereka yang ingin melupakan Khalik mereka dan melepaskan ikatan hukum-Nya merasa terganggu terus-menerus dengan pengajaran dan keteladanan teman-teman mereka yang takut akan Allah, dan selang beberapa waktu mereka memutuskan untuk berpisah dari penyembah-penyembah Allah itu. Maka mereka mengembara ke lembah Sinear, di tepi sungai Ferat. . . . Di sinilah mereka memutuskan untuk membangun sebuah kota, dan di kota itu sebuah menara yang sangat tinggi untuk membuatnya keajaiban dunia (Kejadian 11:2-4). -PP 118, 119 (1890).

Kota-Kota Besar Adalah Tempat Persemaian Kejahatan
Mengejar kesenangan dan hiburan berpusat di kota-kota besar. Banyak orang tua yang memlllh sebuah kota sebagai tempat tinggal anak-anaknya, berpikir untuk memberikan kepada mereka keuntungan-keuntungan yang lebih besar, menemui kekecewaan dan terlalu terlambat menyesali kesalahan mereka yang mengerikan itu. Kota-kota besar sekarang ini dengan cepat menjadi seperti Sodom dan Gomora. Banyaknya hari libur mendorong kemalasan. Rekreasi-rekreasi yang menarik mengunjungi tempat pertunjukan, pacuan kuda, perjudian, minum minuman keras, dan bergembira ria -merangsang setiap nafsu sampai ke puncaknya. Orang-orang muda terseret arus kepopuleran.-COL 54 (1900).

Terang sudah diberikan kepada saya bahwa kota-kota besar akan dipenuhi dengan kekacauan, kekerasan, serta kejahatan, dan bahwa semua perkara ini akan meningkat sampai kepada akhir sejarah dunia.-7T 84 (1902).

Di seluruh dunia, kota-kota besar menjadi tempat bersemainya kejahatan. Di segala segi terdapat pemandangan dan suara-suara kejahatan. Di mana-mana ada penggodaan saksual dan pemborosan.—MH 363 (1905).

Hukuman-Hukuman Akan Menimpa Kota-Kota Besar
Kegemparan-kegemparan besar akan menimpa bumi, dan istana-istana megah yang dibangun dengan biaya besar pasti akan menjadi reruntuhan puing-puing.—3MR 312 (1891).

Apabila tangan Allah yang menahan itu ditarik maka siperusak akan memulai pekerjaannya. Kemudian bencana-bencana yang paling besar akan menimpa kota-kota kita. 3MR 314(1897)

Tuhan memberi amaran kepada penduduk bumi, seperti pada kebakaran di Chicago dan di Melbourne, London dan kota New York. -Ms 127, 1897.

Kiamat sudah dekat. dan setiap kota akan dijungkirbalikkan dengan segala cara. Akan terjadi kekacauan di setiap kota. Segala sesuatu yang dapat diguncang akan tergoncang, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Pehukuman itu akan sesuai dengan kejahatan orang banyak dan terang kebenaran yang telah mereka miliki.-1MR 248 (1902).

Oh, sekiranya umat Allah merasakan kebinasaan yang akan menimpa ribuan kota, yang sekarang nyaris dipersembahkan kepada berhala.-Ev 29 (1903)..

Waktunya sudah dekat bilamana kota-kota besar akan disapu bersih, dan semua orang harus diamarkan tentang datangnya hukuman-hukuman ini. -Ev 29 (1910)

Gedung-Gedung Tahan Bencana Akan Menjadi Abu
Saya sudah melihat struktur-struktur bangunan yang paling mahal yang dibangun dan dimaksudkan untuk tahan api, dan sebagaimana Sodom musnah oleh api pembalasan Allah demikianlah gedung-gedung yang dibanggakan ini menjadi abu. . . . Monumen-monumen kehebatan manusia yang dipuja puja akan diremukkan jadi abu bahkan sebelum kebinasaan besar yang terakhir menimpa dunia ini. -3SM 418 (1901 ).

Allah sedang menarik Roh-Nya dari kota-kota yang jahat yang telah menjadi seperti kota-kota pada zaman sebelum Air Bah dan seperti kota Sodom dan Gomora. . . . Rumah-rumah mewah, yang ketrampilan arsitekturnya mengagumkan, akan dibinasakan tanpa amaran sejenakpun bilamana Tuhan melihat bahwa para pemiliknya telah melampaui batas-batas pengampunan. Kehancuran bangunan-bangunan megah oleh api, sekalipun dianggap tahan api, merupakan suatu gambaran tentang bagaimana arsitektur bumi ini dalam waktu singkat akan menjadi terhampar sebagai puing-puing.-TDG 152 (1902).

Manusia akan terus membangun gedung-gedung yang mahal yang berharga jutaan dolar. Perhatian khusus akan diberikan terhadap keindahan arsitektur dan kekuatan serta kekokohan bahan bangunannya, tetapi Tuhan telah memberi petunjuk kepada saya bahwa sekalipun gedung-gedung itu luar biasa kokoh dan mahal semuanya itu tetap akan mengalami nasib yang sama dengan kaabah di Yerusalem.—5BC
1098 (1906).

New York City
Allah tidak mencurahkan murka-Nya tanpa belas kasihan. Tangan-Nya masih terkedang. Pekabaran-Nya harus disampaikan di New York besar. Kepada orang banyak harus ditunjukkan betapa mungkin bagi Allah, dengan satu jamahan tangan-Nya, untuk memusnahkan harta benda yang telah mereka timbun itu pada hari terakhir yang besar itu. -3MR 310, 311 (1902). 

Saya tidak mendapat terang khusus mengenai apa yang akan menimpa kota New York, hanya yang saya ketahui bahwa pada suatu hari kelak bangunan-bangunan raksasa yang ada di sana akan diruntuhkan oleh kuasa Allah yang menjungkirbalikkan. . . . Kematian akan melanda semua tempat. ltulah sebabnya mengapa saya ingin sekali agar kota-kota kita itu diberi amaran.–RH, 5 Juli 1906.

Sekali peristiwa ketika saya berada di New York City, saya mendapat khayal pada malam hari dan menyaksikan gedung-gedung tinggi yang berlomba-lomba mencakar langit. Gedung-gedung ini dijamin tahan api, dan didirikan untuk mengagung-agungkan para pemilik dan pembangunnya. . . .

Pemandangan berikutnya yang lewat di hadapan saya ialah suatu tanda bahaya kebakaran. Orang-orang memandang gedung-gedung yang tinggi dan dianggap tahan api itu, dan berkata: ‘Gedung-gedung ini benar-benar aman.’ Akan tetapi gedung-gedung tersebut dilahap api seakan hanya terbuat dari ter. Mobil-mobil pemadam kebakaran tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah kehancurannya. Para petugas pemadam kebakaran tak sanggup menggunakan perlengkapan pemadam api.—9T 12, 13 (1909).

Chicago dan Los Angeles
Pemandangan yang segera akan terjadi di Chicago dan kota-kota besar lainnya juga lewat di depan saya. Sementara kejahatan bertambah dan kuasa perlindungan Allah ditarik, terjadilah badai kehancuran dan prahara. Gedung-gedung hancur oleh api dan diguncang oleh gempa-gempa bumi. . . .

Beberapa waktu setelah ini kepada saya dituniukkan bahwa penglihatan tentang gedung-gedung di Chicago dan rancangan dengan mana bangsa kita hendak mendirikannya, serta kemusnahannya, merupakan suatu pelajaran penting bagi anggota-anggota kita yang mengamarkan mereka untuk tidak menanamkan modal yang besar dari harta mereka di Chicago, atau di kota besar mana pun. kecuali pemeliharaan Allah secara pasti membuka jalan dan dengan jelas menunjukkan tugas untuk membangun ataupun membeli sebagaimana perlu dengan memberikan kata-kata amaran. Peringatan yang sama telah disampaikan sehubungan dengan membangun di Los Angeles. Berulang-ulang saya diberi petunjuk bahwa kita jangan menanam modal dalam mendirikan gedung-gedung yang megah di kota-kota besar.—PC 50 (1906).

San Fransisco dan Oakland
San Fransisco dan Oakland sedang menjadi seperti Sodom dan Gomora, dan Tuhan akan menghukum mereka. Tidak lama lagi mereka akan menderita akibat penghakiman-Nya.— Ms 30. 1903.

Gempa bumi dahsyat yang telah melanda San Fransisco akan diikuti dengan perwujudan-perwujudan kuasa Allah yang lain. Hukum-Nya telah dilanggar. Kota-kota besar tercemar oleh dosa. Pelajarilah riwayat kota Niniwe. Allah mengirim pekabaran khusus melalui Yunus kepada kota yang jahat itu. . . . Banyak pekabaran seperti yang dibawakannya akan disampaikan pada zaman kita ini, kalau kota-kota yang jahat mau bertobat seperti halnya Niniwe.-Ms 61a, 3 Juni 1906.

Bahkan di kota-kota besar di mana pehukuman Allah dijatuhkan sebagai akibat dari pelanggaran seperti itu tidak terdapat tanda-tanda pertobatan. Tempat-tempat minum minuman keras masih terbuka, dan banyak godaan yang menghadang manusia. -Surat 268, 20 Agustus 1906.

Kota-Kota yang Jahat Lainnya
Sementara kita mendekati akhir sejarah dunia, kita akan melihat pemandangan bencana San Fransisco berulang di tempat-tempat lain. . . . Hal ini membuat saya merasa sangat prihatin sebab saya mengetahui bahwa hari pehukuman pasti menimpa kita. Pehukuman yang sudah terjadi merupakan suatu amaran, tetapi bukan akhir dari pehukuman yang akan menimpa kota-kota yang jahat. . . .

(Habakuk 2:1-20; Zefanya 1:1-3:20; Zakharia 1:1-4:14; Maleakhi 1:1- 4, dikutip.) Pemandangan-pemandangan ini akan segera disaksikan sebagaimana sudah diuraikan dengan jelas. Saya mengemukakan pernyataan-pemyataan luar biasa ini dari Kitab Suci supaya diperhatikan semua orang. Nubuatan-nubuatan yang tercatat dalam Perjanjian Lama  adalah Firman Tuhan untuk zaman akhir, dan akan digenapi dengan pasti seperti yang sudah kita lihat dalam pemusnahan kota San Fransisco.—Surat 154, 26 Mei 1906.

Saya disuruh untuk menyatakan pekabaran bahwa kota-kota besar yang penuh dengan pelanggaran dan kejahatannya luar biasa, akan dihancurkan oleh gempa bumi, oleh api, dan oleh banjir.-Ev 27 (27 April 1906).

Semua amaran dari Kristus tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi mendekati penutupan sejarah bumi sekarang ini sedang digenapi di kota-kota besar kita. Allah mengizinkan perkara-perkara ini dinyatakan dengan jelas agar mereka yang berwenang dapat menyadarinya. Kota San Fransisco adalah contoh tentang bagaimana jadinya kelak seluruh dunia ini.

Penyogokkan yang jahat, penggunaan kekayaan yang tidak pada tempatnya. permainan-permainan curang di antara orang-orang yang berkuasa untuk membebaskan orang yang bersalah dan menghukum yang tidak bersalah – semua kejahatan ini memenuhi kota-kota besar lainnya di bumi ini dan sedang menjadikan dunia ini seperti keadaannya pada zaman sebelum Air Bah. -Surat 230, 1907.

 

 

-PPAZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *