[RH] Penyucian yang Palsu

1161156 18632966 Copy

“lblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Yohanes 8:44)

[AkhirZaman.org] Ada seorang pria, seorang pendeta  (non SDA) yang bernama Brown, barangkali kamu mengenal dia.* 

Dia menyatakan bahwa dirinya adalah kudus. “Ide tentang pertobatan, “ katanya, “bukanlah berasal dari Kitab Suci.” “Bila seorang pria datang kepada saya mengaku bahwa ia percaya kepada Yesus, saya membawa dia ke dalam gereja, entah ia dibaptis atau tidak; saya sudah melakukan hal itu dengan sakelompok banyak orang yang baik.” “Dan,” katanya, “Saya tidak pernah melakukan dosa selama enam tahun.” ’ ‘ “Ada beberapa orang dalam perahu ini,” katanya, “yang percaya bahwa kami disucikan oleh memelihara hukum itu. Ada seorang wanita di kapal ini, yang bernama White yang mengajarkan hal ini.” Saya telah mendengarkan hal ini, dan saya melangkah menuju kepadanya dan berkata, “Saudara Brown, kamu memegang perkara yang benar. Saya tidak bisa mengizinkan pernyataan seperti itu diterapkan. Ny. White [saya] belum pernah berkata tentang perkara yang seperti itu dalam tiap tulisan-tulisannya, ia juga belum pernah membicarakan perkara yang seperti itu, karena kami tidak percaya bahwa hukum menyucikan setiap orang.”

“Kita percaya bahwa kita harus memelihara hukum itu atau kita tidak akan selamat bagi kerajaan surga. Seorang pelanggar tidak bisa diselamatkan dalam kerajaan kemuliaan. Bukanlah hukum itu yang menyucikan tiap orang, atau menyelamatkan kita; hukum itu bertahan dan berkata, ‘Bertobatlah supaya dosa-dosamu boleh dihapuskan? Dan kemudian orang berdosa itu pergi kepada Yesus, dan selagi orang berdosa itu berjanji bahwa ia akan mematuhi syarat-syarat hukum itu, la menghapus noda-noda kesalahan mereka dan menjadikan mereka bebas, dan memberikan kepada mereka kuasa Allah.”—Manuscript 5, 1885.

Engkau akan mendengar teriakan “Hanya percaya saja.” Setan percaya dan gemetar. Kita harus memiliki suatu iman yang bekerja oleh kasih dan memurnikan hati. lde yang menguatkan itu adalah bahwa Kristus sudah menyelesaikannya bagi kita semua, dan karenanya kita bisa terus melanjutkan melanggar perintah-perintah itu dan tidak dipandang bertanggung jawab karenanya. lni adalah penipuan paling besar yang musuh itu pernah rancang. Kita harus menetapkan posisi kita sehingga kita tidak akan melanggar perintah-perintah itu berapa pun biayanya, dan tetap dalam kondisi rohani itu sehingga kita bisa mendidik orang-orang lain dalam perkara-perkara rohani.—Manuscript 44, 1886.

(3SM 152, 153)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *