[RH] Surat Ellen White adalah Pekabaran dari Allah

aworm s eye view Copy

“Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh” (Mazmur 119: 130).

[AkhirZaman.org] Kamu bertanya apakah Tuhan telah memberikan kepada saya surat untuk disampaikan kepadamu. Saya katakan bahwa la melakukan hal itu. Allah lsrael yang kudus tidak akan menyetujui dosa-dosamu. Pekabaran itu diberikan oleh Allah. Jika kamu sudah memperolehnya, karena pekabaran itu memberikan suatu pengertian baru tentang apa yang membentuk dosa, jika kamu sudah sepenuhnya diubahkan, menjadi seorang anak Allah gantinya seorang pelanggar hukum Allah, maka tidak ada orang lain yang lebih gembira selain diri saya.—Letter 95, 1893.

Saya berbicara kepada orang-orang [di Bloomfield, California] pada suatu siang hari sehubungan dengan perlunya kerusakan karakter mereka disingkirkan, sehingga mereka boleh berdiri di hadapan Anak Allah yang sempurna ketika la datang. Ada suatu perasaan yang dalam pada pertemuan itu. Saya mengamanatkan beberapa orang se- cara pribadi, dengan menunjukkan hal-hal yang salah yang telah ditunjukkan kepada saya dalam kasus-kasus mereka. Mereka semua memberi respons dan banyak yang menangis mengakui dosa-dosa mereka dan kebenaran kesaksian itu.—Letter 7, 1873.

Banyak orang yang menginterpretasikan tulisan saya dalam terang pendapat mereka sendiri yang telah mereka pertimbangkan sebelumnya. Kamu tahu apa artinya ini. Pasti mengakibatkan perbedaan pengertian dan perbedaan pendapat. Bagaimana menulis dalam suatu cara yang dimengerti oleh mereka kepada siapa saya mengalamatkan perkara penting ini, merupakan suatu masalah yang tidak bisa saya pecahkan. Tetapi sedikit banyaknya saya akan berusaha keras untuk menulis. Dikarenakan pengaruh pikiran atas pikiran, mereka yang salah mengerti bisa membawa orang-orang lain untuk salah mengerti, oleh interpretasi yang mereka buat terhadap pelajaran-pelajaran dari pena saya. Seseorang memahaminya sedemikian rupa, menurut ide-idenya. Yang lain menaruh tafsirannya pada perkara yang tertulis, dan kekacauan adalah hasil yang pasti.—-Letter 96, 1899. Selama berbulan-bulan, terkecuali beberapa malam, saya belum bisa tidur hingga lewat pukul satu. Saya mendapati bahwa diri saya sedang duduk dan bercakap-cakap dengan kamu, dan orang-orang lain, memohon dengan kamu seperti seorang ibu memohon dengan anaknya. . . . Tidak dapat diragukan lagi bahwa kamu terkejut, sebagaimana yang saya duga, sehingga saya menulis kepada kamu dalam suatu cara yang amat sederhana. Tetapi ini harus saya lakukan, karena saya sudah dipanggil menjadi seorang pelayan kemurahan Kristus, dan saya harus melakukan tugas ini bagi Tuhan. Mungkin kamu merasa puas dengan dirimu. Mungkin kamu menyangkal penyampaian yang diberikan kepada saya perihal kasusmu. Beberapa orang sementara melakukan hal ini sekarang. . . .

(3SM 79, 80)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *