[RH] Menjelaskan Pertimbangan Ellen White dan Firman Tuhan (Bagian 1)

flwr and anml Copy

“Ada lagi golongan yang memusuhi terang, yang tidak mengenal jalannya dan tidak tetap tinggal pada lintasannya” (Ayub 24:13).

[AkhirZaman.org] Berulang kali dalam pengalaman saya, saya dipanggil untuk menghadapi sikap suatu golongan tertentu, yang mengakui bahwa kesaksian itu berasal dari Allah, tetapi berpendirian bahwa masalah ini dan masalah itu adalah pertimbangan dan pendapat Suster White. lni cocok dengan mereka yang tidak menyukai teguran dan perbaikan, dan orang yang, jika gagasan mereka ditentang, punya alasan untuk menjelaskan perbedaan antara yang bersifat manusia dan yang bersifat llahi. 

Jika pendapat sebelumnya atau gagasan khusus dari beberapa orang disela karena ditegur oleh kesaksian-kesaksian, mereka memiliki suatu beban sekaligus hendak menjelaskan posisi mereka untuk membedakan antara kesaksian itu, sambil menerangkan apa yang merupakan pertimbangan Suser White sebagai manusia, dan apa firman Tuhan. Segala sesuatu yang mendukung gagasan kesukaan mereka bersifat ilahi, dan kesaksian-kesaksian untuk memperbaiki kesalahan mereka bersifat manusia—berupa pendapat Nyonya White. Mereka menjadikan nasihat Allah tidak berlaku oleh tradisi mereka.—-Manuscript 16, 1889.

Engkau telah membicarakan tentang masalah seperti yang engkau inginkan, bahwa penyampaian dari Suster White tidak semuanya berasal dari Tuhan, tetapi sebagian adalah pendapatnya sendiri, pertimbangannya sendiri, yang tidak lebih baik dari pertimbangan dan gagasan orang lain. lni adalah salah satu kail untuk menggantung kebimbanganmu di atas guna menipu jiwamu dan jiwa orang lain yang akan berani menarik garis dalam hal ini dan mengatakan, bagian yang menyenangkan saya ini berasal dari Allah, tetapi bagian yang menunjukkan dan mempersalahkan jalannya tindak-tanduk saya berasal dari Suster White saja, dan tidak dibubuhi cap kudus. Dengan cara ini engkau jelas menolak segenap pekabaran itu, yang Allah dalam kasih-Nya yang lembut dan berkasihan telah kirimkan kepadamu untuk menyelamatkan engkau dari kehancuran moral. . .

Ada orang di belakang saya yakni Tuhan, yang menyodorkan pekabaran yang sekarang engkau tolak dan tidak hiraukan serta tidak hormati. Dengan mencobai Allah engkau melemahkan dirimu sendiri, maka akibatnya ialah kekacauan dan kebutaan pikiran.—Letter 16, 1888.

Setelah saya menulis surat panjang yang diremehkan oleh Pendeta H semata-mata sebagai pernyataan pendapat saya sendiri, sementara di kumpulan perkemahan (ll California Selatan, Tuhan tidak melarang, dan saya menuliskan apa yang saya lakukan. Saya sekarang tidak berani mengatakan lebih, jangan sampai saya melampaui apa yang Roh Tuhan izinkan pada saya.

(3SM 68, 69)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *