[RH] PENTINGNYA PENYANGKALAN DIRI

junobeach Copy

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku’”(Malius 16:24).

[AkhirZaman.org] Bilamana mereka menimbang harga mereka dari titik pandang uang, Allah akan menimbang pekerjaan mereka, sambil membandingkan pekerjaan mereka dengan penilaian mereka terhadap mereka. 

Kecuali bertobat, tidakseorang pun yang menilai kesanggupannya terlalu tinggi seperti itu, akan pernah masuk surga, karena pengaruh pribadinya dalam pekerjaan Kristus tidak pernah akan seimbang dengan skala perkiraannya terhadap dirinya sendiri atau terhadap tuntutan-tuntutannya untuk pekerjaan pelayanannya bagi orang lain . . . .

Orang yang mementingkan diri dan suka meraup, ingin mengambil setiap uang yang ia bisa peroleh dari lembaga-legmbaga kita karena pekerjaannya, sedang menutup mata terhadap pekerjaan Allah; sesungguhnya ia akan menerima upahnya. la tidak terhitung layak untuk dipercayai dengan upah kekal surgawi di dalam istana yang Kristus telah pergi sediakan untuk mereka yang menyangkal diri dan memikul salib lalu mengikut Dia.

Kelayakan manusia untuk memasuki warisan yang dibeli dengan darah diuji selama hidup percobaan ini. Mereka yang memiliki roh pengorbanan diri yang dinyatakan dalam Kristus, ketika la menyerahkan diri-Nya sendiri demi keselamatan manusia yang jatuh, adalah mereka yang akan minum cawan itu dan dibaptis dengan baptisan itu, dan mereka akan ikut mendapat bagian dalam kemuliaan sang Penebus.—Letter41 , 1890.

Kepada saya ditunjukkan bahwa kantor penerbitan tidak boleh dilakukan atas prinsip-prinsip yang sama seperti percetakan-percetakan lainnya; karena itu akan merupakan sesuatu menurut susunan sebuah sekolah pendidikan. Setiap orang yang terkait dengan itu harus menjadi seorang misionaris sejati, dan bekerja dengan prinsip-prinsip yang sama yang menyebabkan percetakan itu ada. Penyangkalan diri harus mewarnai semua pekerja . . . .

Penyangkalan diri harus mewarnai orang-orang yang bekerja dalam jabatan bertanggung jawab di kantor, dan mereka harus menjadi suatu contoh bagi semua pekerja. Kantor itu ada melalui penyangkalan diri, dan roh yang sama harus dinyatakan dan dipelihara. Tujuan besar harus tetap kelihatan. lnilah pekerjaan misionaris, dan mereka yang tidak memiliki roh misionaris tidak boleh terus dalam pekerjaan itu.—Letter5, 1892.

Paulus dapat melihat kejahatan masuk ke dalam gereja, dan ia menyatakan, “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu llahi: Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-ka|au pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya” (2 Korintus 11:2, 3).

( 2 Sm 195, 196)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *