[RH] Kematian Kristus maka setan Kalah

Kematian Kristus maka setan Kalah

“Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah; dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit” (Matius 27:51, 52).

[AkhirZaman.org] Ketika Adam jatuh, jaminan telah dibuat untuk pemulihannya. Pada waktu yang tepat Yesus, raja kehidupan, datang ke dunia kita untuk masuk ke dalam pertentangan dengan kuasa-kuasa kegelapan. 

Di dunia ini Setan mempunyai kesempatan untuk menunjukkan akibat pelaksanaan prinsip-prinsipnya tentang kebebasan dari semua hukum, dan Kristus, dengan penurutan-Nya yang tidak goyah kepada perintah-perintah Bapa-Nya, menyatakan hasil dari mempraktikkan prinsip-prinsip kebenaran. Sesuai dengan prinsip-prinsipnya yang jahat, Setan menggoda Anak Allah dengan pencobaan-pencobaan yang ganas, dan akhirnya menyeret Dia ke ruang pengadilan, supaya la dapat dihukum mati tanpa sebab. Perserikatan jahat bergerak di hati manusia untuk melaksanakan prinsip-prinsip jahat. Kristus dan Barabas dibawa ke hadapan orang banyak. Barabas adalah seorang perampok dan pembunuh terkenal; Kristus adalah Anak Allah. Pilatus memandang kepada mereka berdua, dan merasa tidak ada keragu-raguan dalam pilihan Yesus. Tanda-tanda keagungan, kecerdasan, dan kesucian dengan jelas terpampang pada wajah-Nya, sangat bertentangan dengan penampilan Barabas yang kasar. Ia bertanya, “… Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?…” (Matius 27:21). Dan teriakan yang kasar dari orang banyak yang beringas terdengar berseru, “Barabas.” “Kata Pilatus kepada mereka, Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus? Mereka semua berseru, la harus disalibkan. “Katanya: ‘Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukanNya?’ Namun mereka makin keras berteriak, la harus disalibkan” (Matius 27:22, 23).

Pada pilihan ini prinsip-prinsip Setan dibuat nyata; dan pasukan surga, serta semua dunia yang diciptakan Allah, menghakimi bahwa Setan adalah penuduh saudara-saudara, pembohong, dan pembunuh. Di surga dan di kalangan dunia-dunia yang tidak jatuh pertanyaan tentang kuasa Setan untuk menipu, tentang prinsip-prinsipnya yang jahat, telah terjawab, dan kesucian serta kekudusan Kristus yang sempurna, yang menanggung ujian dan pencobaan demi keselamatan manusia yang jatuh, telah terbukti selama-lamanya. Melalui pengembangan tabiat dan prinsip-prinsip Setan, ia telah dikeluarkan dari kasih sayang dunia-dunia yang tidak jatuh, dan penentangan mengenai tuntutan-tuntutannya dan tuntutan-tuntutan terhadap Kristus telah dibereskan di surga selama-lamanya. Kebenaran yang dinyatakan dalam tabiat Kristus harus selama-lamanya menjadi jangkar, pengharapan yang menyelamatkan dunia. Setiap jiwa yang memilih Kristus dapat mengatakan dengan iman, “Tuhan kebenaranku.”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *