[RH] SETAN DIKALAHKAN

afrikanpnguins Copy

“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: ‘Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku’” (Marius 4:8, 9).

[AkhirZaman.org] Si jahat bekerja terus hingga roh tidak puas itu dimatangkan menjadi pemberontakan yang giat. Maka terjadilah peperangan di surga, dan Setan, dengan semua yang memihak padanya, diusir. Setan berperang supaya berkuasa di surga, dan kalah dalam peperangan itu. Allah tidak dapat lagi mempercayai dia dengan kehormatan dan keagungan, dan hal-hal ini, dengan bagian yang diperolehnya dalam pemerintahan di surga, telah diambil dari padanya.

Sejak saat itu Setan dan pasukan sekutunya telah dinyatakan sebagai musuh Allah di dunia kita, yang senantiasa berperang melawan pekerjaan kebenaran dan keadilan. Setan terus-menerus menyatakan kepada manusia, sebagaimana yang ia nyatakan kepada malaikat-malaikat, pernyataannya yang palsu tentang Kristus dan Allah, dan ia memenangkan dunia pada pihaknya. Bahkan gereja-gereja yang mengaku Kristen telah berpihak pada kemurtadan besar yang pertama.

Setan menyatakan dirinya sendiri sebagai raja kerajaan dunia ini, dan dengan peran inilah ia mendekati Kristus pada bagian terakhir dari tiga pencobaannya yang besar di padang belantara. “Jika Engkau sujud menyembah aku,” katanya kepada Juruselamat, “semua itu”—sambil menunjuk kepada kerajaan-kerajaan dunia di mana Setan membuatnya melintas di hadapan Yesus—”akan kuberikan kepada-Mu.”

Di istana surga Kristus telah mengetahui bahwa waktunya akan tiba manakala kuasa Setan harus dihadapi dan dikalahkan jika bangsa manusia hendak diselamatkan dari kekuasaannya. Dan ketika saatnya tiba, Anak Allah menanggalkan mahkota kerajaan dan jubah raja-Nya, dan menyalut Keilahian-Nya dengan kemanusiaan, datang ke bumi untuk menghadapi raja kejahatan, dan untuk mengalahkannya. Supaya dapat menjadi pembela manusia di hadapan Bapa, Juruselamat akan menghidupkan kehidupanNya di bumi sebagaimana setiap manusia harus hidup, menerima kemalangan dan kesusahan serta pencobaan-pencobaannya. Selaku bayi di Betlehem, la akan menjadi saiu dengan manusia, dan dengan suatu kehidupan yang tak bercela dari palungan sampai ke salib la akan menunjukkan bahwa manusia, dengan suatu kehidupan bertobat dan iman di dalam Dia, dapat dipulihkan supaya berkenan pada Allah. la akan membawa kasih karunia penebusan kepada manusia, pengampunan atas dosa-dosa. Jikalau manusia mau kembali kepada kesetiaan mereka, dan tidak lagi mendurhaka, maka mereka akan menerima pengampunan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *