[RH] Membedakan Pengalaman dalam Pertobatan

garden of Gods Copy

“Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia (Markus 1:17).

[AkhirZaman.org] Tuntunlah orang-orang untuk memandang kepada Yesus sebagai satu-satunya pengharapan dan penolong mereka; sediakan ruangan bagi Tuhan untuk bekerja dipikiran, untuk berbicara kepada jiwa, dan untuk menekankan pengertian. Tidaklah penting bagimu untuk mengetahui dan menyampaikan kepada orang lain semua yang mengapa dan apa sebabnya tentang apa yang membentuk hati baru, atau tentang kedudukan yang mereka dapat dan harus capai sedemikian rupa sama seperti tidak pernah berdosa. Bukan demikian pekerjaanmu yang harus dilakukan.

Semua tidak dibentuk sama. Pertobatan tidak semuanya sama. Yesus memberi kesan pada hati, dan orang berdosa lahir kembali kepada kehidupan baru. Sering jiwa-jiwa ditarik kepada Kristus ketika tidak ada keyakinan yang kuat, tidak ada kehancuran jiwa, tidak ada teror yang penuh rasa penyesalan. Mereka memandang kepada Juruselamat yang tidak ditinggikan, mereka hidup. Mereka melihat keperluan jiwa, mereka melihat kepuasan Juruselamat, dan tuntutan-tuntutan-Nya, mereka mendengar suaranya mengatakan, “lkutlah Aku,” dan mereka bangkit lalu mengikut Dia. Pertobatan ini tulen, dan kehidupan agama adalah sama menentukan seperti kehidupan agama orang lain yang menderita segala kesengsaraan proses yang keras.

Pendeta-pendeta kita harus berhenti membicarakan gagasan-gagasan mereka yang ganjil dengan perasaan, “Engkau harus melihat hal ini sebagaimana saya, atau engkau tidak dapat diselamatkan.”

Jauhkan keinginan meninggikan diri ini. Pekerjaan besar yang harus dilakukan dalam setiap perkara adalah memenangkan jiwa kepada Kristus. Orang-orang harus melihat Yesus di salib, mereka harus memandang dan hidup. Bukanlah dengan gagasan-gagasanmu mereka harus diberi makan, tetapi dengan daging dan darah Anak Allah. Ia mengatakan, “Daging-Ku adalah benar-benar makanan” (Yohanes 6:55). “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yohanes 6:55).

Jiwa yang menerima Yesus menempatkan dirinya sendiri di bawah pemeliharaan dokter agung, dan biarlah orang-orang berhati-hati bagaimana mereka datang di antara penderita dan dokter yang mengerti akan semua keperluan jiwa. Kristus, mengerti akan kekurangan-kekurangan dan penyakit-penyakit setiap jiwa, dan tahu bagaimana menyembuhkan dengan menggunakan darah-Nya sendiri. Apa kekurangan jiwa, dapat dipasok-Nya dengan sebaik-baiknya. Tetapi manusia begitu suka mencampuri urusan orang, mereka ingin berbuat sebanyak-banyaknya, sehingga mereka yang mengerjakan semuanya, tidak memberikan ruangan untuk Kristus bekerja.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *