[RH] Jiwa yang Bertobat—Saksi Hidup

commtrs Copy

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita; marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” (lbrani 12:1, 2).

[AkhirZaman.org] Allah mempunyai berkat limpah untuk umat-Nya; tetapi la tidak dapat mengaruniakannya sebelum mereka mengetahui bagaimana memperlakukan karunia yang indah dalam menunjukkan pujian kepada-Nya yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib. Sebagian sukacita yang disediakan di hadapan Kristus, adalah sukacita melihat kebenaran-Nya dipersenjatai dengan kuasa Roh Kudus yang berkuasa, sambil mencamkan gambar-Nya ke atas kehidupan dan tabiat para pengikut-Nya.

Oknum Ilahi bekerja sama dengan agen-agen manusia manakala mereka berusaha membesarkan hukum dan menjadikan hukum itu terhormat. Hukum Tuhan itu sempurna, membuat jiwa bertobat. Pada jiwa yang bertobatlah dunia melihat kesaksian yang hidup. Maka apakah Tuhan di surga akan ada ruangan untuk bekerja? Apakah la akan mendapatnya di hati mereka yang mengaku percaya akan kebenaran? 

Apakah kebajikannya yang suci dan tidak mencari keuntungan akan mendapat tanggapan dari agen manusia? Apakah dunia akan melihat suatu pertunjukan kemuliaan Kristus dalam tabiat mereka yang mengaku sebagai murid-muridNya? Apakah Kristus akan senang dan dimuliakan dalam melihat simpati dan kasih-Nya sendiri mengalir dari sungai kebaikan dan kebenaran dari agen-agen manusia-Nya? Dalam menanamkan injilNya di hati, la mencurahkan sumber daya surga untuk berkat dunia. “Kami adalah kawan sekerja Allah: kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah” (1 Korintus 3:9).

Apakah yang dilakukan oleh berkat Allah yang limpah bagi mereka yang rendah hati dan menyesali dosa dalam hati untuk menerimanya? Sudahkah berkat itu dipelihara? Sudahkah para penerima menaburkan puji-pujian bagi-Nya yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib? Ada orang yang sudah siap mempertanyakan pekerjaan yang begitu baik, dan itu harus dihargai dengan setinggi-tingginya. Mereka memandang ke atasnya sebagai sejenis kefanatikan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *