Malachi Martin – Setan Dinobatkan di Vatican?

akhir zaman

[AkhirZaman.org] Mantan orang dalam Vatican Malachi Martin menegaskan bahwa ” Upacara Penobatan Setan” berlangsung di Vatican pada tahun 1963. Hasil dari ritual ini berarti uskup Vatikan berhasil mewujudkan apa yang disebutnya sebagai ‘Superforce.”

Malachi Martin untuk pertama kali membuat referensi mengenai sebuah ritus jahat yang diselenggarakan di Roma pada tahun 1990-an dalam karya non-fiksi terlaris tentang Geopolitik dan Vatikan berjudul, The Keys of This Blood, pada halaman 632 di mana ia menulis:

“Yang paling menakutkan untuk (Paus) John Paul [II], karena ia telah menemukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dihapuskan keberadaannya yaitu berupa kekuatan jahat di Vatican dalam diri beberapa orang uskup chancelleries. Itulah yang dipahami oleh para gerejawan dengan apa yang disebut’ sebagai superforce.” Desas-desus selalu sulit untuk diuji, juga terikat dengan awal penetapannya pada masa kekuasaan Paus Paul VI di tahun 1963. Memang Paul menyinggung sangat serius mengenai “asap setan, yang telah memasuki Tempat Kudus’… yang menunjuknya secara tidak langsung kepada sebuah upacara penobatan yang dilakukan oleh pemuja setan di Vatikan.

Selain itu, meluasnya pedofilia para pengikut setan – ritus dan praktek-praktek – yang sudah didokumentasikan mengenai para uskup dan pendeta tertentu yang sudah tersebar luas seperti Turin, di Italia, dan Carolina Selatan, di Amerika Serikat. Tindakan pedofilia pemuja setan dianggap oleh para profesional menjadi puncak dari ritus the Fallen Archangel.”..

Malachi_Martin

Dugaan-dugaan ini sebagian besar tidak diperhatikan, karena Martin begitu mahir dalam menggambarkannya yang bahkan mungkin merujuk pada ritus penobatan Paus Paul VI. Namun demikian ia mengungkapkan lebih banyak tentang dugaan mengenai ritual ini dalam salah satu karya terakhirnya, Windswept House: A Vatican Novel (1996).

Dalam buku tersebut ia menggambarkan dengan jelas sebuah upacara yang disebut dengan “pentakhtaan Lucifer, the Fallen Archangel” (Iblis, pent.) yang diselenggarakan di St Paul Chapel, Vatican, dan dihubungkan dengan ritual setan yang secara bersamaan dilaksanakan di Amerika Serikat, pada tanggal 29 Juni 1963, kurang dari seminggu setelah pemilihan Paul VI.

Dalam novel itu, sebelum dia meninggal, seorang paus meninggalkan laporan rahasia di atas mejanya tentang situasi mengenai orang yang akan menguasai St. Peter, seorang kurus menyamar sebagai John Paul II.

Malachi mengatakan buku ini dibuat 85% berdasarkan pada kenyataan.

Romo Malachi Martin mengatakan lebih lanjut para anggota kependetaan menyadari situasinya. Seorang uskup agung juga dituduh sebagai anggota tingkat atas di Roma dalam mempraktekkan Setanisme. Harian Italia Il Tempo dan koran harian besar lainnya melaporkan berita-berita yang mengejutkan. “

“Menurut The New American, Martin menegaskan bahwa upacara pentakhtaan memang terjadi seperti yang telah dijelaskan.”

http://www.tldm.org/news/martin.htm

http://www.bibliotecapleyades.net/profecias/esp_profecia10.htm

Martin diberi penghargaan

Romo Malachi Martin diberi penghargaan bersama dengan Romo Fiore dan Kunz, informasi lebih lengkap bisa diakses di situs Roman Catholic Faithful yang dimiliki oleh Steven Brady. Brady menyelidiki kasus pedofilia yang dilakukan oleh oleh para pastor dan berusaha mengingatkan para penganut agama Katolik mengenai gawatnya masalah tersebut.

Romo Kunz, Martin dan Fiore membantu dan mendukung upaya-upaya Mr. Brady. Romo .. Kunz membayarnya dengan harga tertinggi: pembunuhan ritual.

Sumpah-sumpah yang diikrarkan oleh banyak perkumpulan rahasia termasuk mengiris tenggorokan sebagai hukuman karena mengungkapkan kerahasiaan perkumpulan yang paling dalam. Diungkapkan oleh Kunz sebagai pelaksanaan dari sebuah pemujaan?

Teman Kunz dan sejawatnya, Malachi Martin tentu saja berpikir seperti itu. Enam minggu setelah pembunuhan Kunz, Martin muncul di sebuah acara radio yang mengklaim mempunyai informasi bahwa pembunuhan Kunz dilakukan oleh para penyembah Lucifer. Luciferian bukan penyembah setan biasa, tetapi penyembah setan yang sebenarnya.

Malachi Martin, adalah seorang mantan orang dalam Vatican dan ahli jaringan penyimpangan seks di dalam Gereja Katolik, menjadi tamu tetap acara radio show Kunz – “Catholic Family Hour.” Malam Kunz dibunuh adalah malam yang sama teman Kunz, Romo Charles Fiore, mengambil alih acara “Catholic Family Hour.” Fiore waktu itu merencanakan untuk mulai membongkar jaringan pedofilia pengikut setan di dalam Gereja Katolik. Fiore berada dalam posisi yang tepat dalam mengumpulkan data intelijen mengenai jaringan penyimpangan seks, baik di dalam maupun di luar Gereja Katolik karena mengambil bagian dalam Dewan Kebijakan Nasional – the Council for National Policy (CNP).

“Beberapa orang partisipan CNP berhubungan dekat atau terlibat jaringan penyimpangan seks yang mengotori kancah politik Amerika.”

http://www.conspiracyarchive.com/Commentary/CNP_Revisited.htm

“Fiore mengatakan bahwa dia mengalami pelecehan seksual pada tugas pertamanya dan sangat mengganggu dengan cara ditutup-tutupi oleh piramida kekuasaan. Selama bertahun-tahun dia telah membantu sekitar seratus orang korban pelecehan seksual.

Dengan bantuan Kunz, Fiore menyiapkan berkas mengenai berbagai masalah dalam Gereja Katolik di Amerika Serikat dan mengirimkannya kepada Paus melalui seorang temannya Mgr. Dziwisz, Sekretaris Paus John Paul.

Paus mengabaikan file tertanggal 24 Maret 2002. Berkas serupa (disiapkan oleh seorang canon lawyer asal Dominika, Pendeta Thomas Doyle) yang disampaikan kepada Paus oleh Kardinal Krol dari Detroit juga diabaikan. Paus juga mengabaikan permintaan pribadi kardinal untuk bertindak melawan pedofilia,

Fiore mengaku ia mengetahui dari enam orang uskup yang pedofilia. Pernyataan ini dianggap sesuatu yang aneh pada waktu itu, akan tetapi pada tahun 2008 ketika sembilan belas orang uskup Amerika dituduh pedofilia, dimana beberapa orang mengakuinya telah melakukan penyimpangan seks.

http://www.bishop-accountability.org/bishops/accused/.

Karya Fiore yang paling kontroversial adalah yang dikerjakan bersama-sama dengan Stephen Cook, yang menuduh Kardinal Chicago, Bernardin melakukan pelecehan seks. Bernardin kemudian mengatakan bahwa ia tidak bisa lagi memercayai ingatannya mengenai penyimpangan seks karena kerja otaknya dipengaruhi oleh penyakit AIDS “.

http://www.podles.org/case-studies/Alfred-Kunz-Murder-Case-Study.htm

Pedofilia adalah relevan karena merupakan bagian dari ritual setan.

PERTANYAAN TENTANG Malachi MARTIN

Selama Konsili Vatikan Dua, Romo Malachi Martin melakukan beberapa perjalanan ke B’nai Brith di New York City sebagai Sekretaris Kardinal Bea. Martin pada waktu itu masih sebagai anggota Ordo Jesuit yang muncul sebagai seorang modernis progresif selama berlangsungnya Konsili.

http://www.latinmassnetwork.net/2009/05/malachi-martins-double-agent-s.html

Ada orang-orang yang memperkirakan bahwa ia tetap menjadi “agen ganda”

Martin mengatakan kepada penulis bahwa pada satu waktu ia bekerja untuk CIA sebagai ahli bahasa di perbatasan Turki.

Martin mengetahui secara langsung dari mana Vatikan dipimpin.

http://www.revisionisthistory.org/wire3.html

Menurut Moro Charles Fiore, buku terakhir Martin yang tidak selesai, Primacy, How the Institution of the Catholic Church became a creature of the New World Order (yang disebut ‘survival manual”). Pada kenyataannya, Romo Fiore mengaku ia sedang dalam proses pengeditan buku tersebut pada saat kematian Malechi. Pertanyaannya tetap apakah buku itu selesai dan entah bagaimana terus hilang dari peredaran.

Sebagian mempertanyakan apakah Romo Martin dibunuh ..

http://www.unitypublishing.com/Newsletter/Malachi%20Martin.htm

Romo Martin diduga membaca misterius Third Secret of Fatima, yang ada hubungannya dengan Rusia dan komunisme.

http://www.youtube.com/watch?v=L5JWyzeNkgk

Konfirmasi diberikan bahwa Romo Martin merasa lega dari Tugas dan Kewajiban imam dan dibebaskan dari Ordo Jesuit atas permintaannya.

http://www.williamhkennedy.com/articles/highrankMM.html

Penulis yakin bahwa percakapan dengan Romo Malachi Martin menjelang akhir hidupnya, ia ketakutan oleh apa yang diketahuinya dan apa yang sedang terjadi di dunia serta Katolik pada khususnya.

Dia tahu bahwa dia mungkin tidak akan melihatnya, tetapi merasakan kesedihan yang mendalam kepada mereka yang saat ini masih muda yang akan membesarkan anak-anak mereka di era Tata Dunia Baru.

Meskipun ia ditekan oleh pewawancara untuk mengungkapkan sesuatu dari the Third Secret, ia mengaku tetap setia kepada sumpah dan tidak mau mengungkapkan apa isinya. Namun, dia menunjukkan kepada beberapa orang teman-temannya bahwa kegelapan menutupi bumi dan kegelapan tersebut secara alami berupa fisik dan rohani. Dia menyebutkan bahwa komunis Freemasonry sebagai “Luciferian Jahat.”

Romo Martin Rest In Peace.

Oleh: Marie Henrie

 

Terkait: Malachi Martin and the Enemy Within

http://www.freemasonrywatch.org/malachimartin_luciferianprocess.html
http://www.tldm.org/news/martin.htm
http://www.bibliotecapleyades.net/profecias/esp_profecia10.htm
http://www.podles.org/case-studies/Alfred-Kunz-Murder-Case-Study.htm
http://www.latinmassnetwork.net/2009/05/malachi-martins-double-agent-s.html
http://www.revisionisthistory.org/wire3.html
http://www.youtube.com/watch?v=L5JWyzeNkgk
http://www.williamhkennedy.com/articles/highrankMM.html

Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

Original source: http://www.henrymakow.com/malachi_martin_–.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *