DISKUSIKAN LGBT DENGAN MURID SD, GURU DI AS DIHUKUM

lgbt

[AkhirZaman.org] Sebuah sekolah dasar di Texas, Amerika Serikat mengumumkan telah menghukum seorang guru mereka. Guru bernama Stacy Bailey itu dihukum lantaran mengaku soal orientasi seksual, dan membahas tentang LGBT dengan murid-muridnya.

Dilaporkan Newsweek Rabu (28/3/2018), sebenarnya Bailey telah diskors dari SD Charlotte Anderson sejak September 2017. Namun, dewan sekolah (ISD) Mansfield baru mengumumkan skorsing guru mata pelajaran seni tersebut pada Selasa (27/3/2018).

Dalam keterangan resmi mereka, Bailey awalnya meminta kepada sekolah agar diizinkan memasukkan bahasa LGBT dalam kebijakan non-diskriminasi.

Namun, Bailey dianggap bertindak kebablasan ketika dia mulai membicarakan keluarganya kepada para siswa, dan mengaku kalau dia adalah lesbian.

Ketika sekolah memberi tahu kalau Bailey telah menerima keluhan dari orangtua murid dan diminta mengubah perilakunya, dia menolak. Dia bersikukuh bahwa anak-anak itu telah cukup umur untuk diajak berdiskusi soal LGBT.

“Orangtua murid mempunyai hak untuk mengontrol pembicaraan anak mereka. Terutama yang berkaitan dengan agama, politik, seks atau orientasi seksual,” ujar ISD.

Pengacara Bailey, Giana Ortiz, membantah pernyataan bahwa kliennya bersikukuh, dan tidak menurut dengan segala kebijakan sekolah.

“Keterangan mereka bohong. Klien saya tidak pernah menerima pemberitahuan untuk mengubah perilaku, maupun dikatakan menolak mengikuti aturan,” kata Ortiz.

Dilansir The Dallas Morning News, Ortiz mengungkapkan kekecewaan bahwa tindakan dewan sekolah yang mengungkapkan skors Bailey telah melanggar konstitusi.

Selain Ortiz, kekecewaan juga datang dari Florence Bruner, orangtua salah satu murid yang diajar Bailey sejak Taman Kanak-kanak. “Sebagai orangtua, kami hanya meminta dua hal. Guru yang peduli dan mencintai muridnya. Bailey jelas memenuhi dua hal tersebut,” kata Bruner.

https://goo.gl/2eZsnr

Sekolah dasar tentu Murid-muridnya masih sangat bergantung kepada orangtua mereka, bahkan mereka belum dapat mengambil keputusan sendiri bahkan sebahagian masih di suapin oleh orangtuanya.

Artinya bahwa pemikiran mereka masih sangat siap dan pekah menerima apapun yang dipelajari melalui panca indera mereka.

Dan apapun yang mereka pelajari disekolah secara dasar akan tersimpan lebih lama baik itu baik ataupun buruk tentu saja akan sangat mempengaruhi pola pikir mereka, tabiat murid-murid yang masih muda ini kelak.

Tentu Dinas Pendidikan di Negara kita ini tidak ada kurikulum sekolah mengenai LGBT, namun berbeda dengan AS yang menyetujui LGBT secara legal.

Tentu ini juga akan menjadi tantangan terbesar bagi orangtua di Negara maju ini.
*

“Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.”

“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”

Ulangan 8:5 ; Wahyu 3:19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *